MEDAN – Perbedaan daging sapi dan daging kerbau masih kerap membingungkan konsumen. Sekilas terlihat mirip, namun keduanya memiliki karakteristik berbeda yang berpengaruh pada rasa, tekstur, kandungan gizi hingga harga jual di pasaran.
Secara tampilan fisik, daging sapi umumnya berwarna merah cerah dengan serat lebih halus. Lemaknya berwarna putih kekuningan dan tampak menyebar di sela-sela serat daging (marbling).
Marbling inilah yang membuat daging sapi terasa lebih empuk dan juicy saat dimasak.
Sebaliknya, daging kerbau memiliki warna lebih gelap, cenderung merah tua hingga keunguan.
Seratnya lebih kasar dan kandungan lemaknya lebih sedikit. Karena minim lemak, tekstur daging kerbau cenderung lebih alot dan membutuhkan waktu memasak lebih lama agar empuk.
Dari sisi rasa, daging sapi dikenal lebih gurih karena kandungan lemaknya lebih tinggi. Sementara daging kerbau memiliki cita rasa yang lebih kuat dan sedikit lebih padat.
Dalam beberapa olahan seperti rendang atau semur, perbedaan ini bisa memengaruhi hasil akhir masakan.
Dalam hal kandungan gizi, daging kerbau relatif lebih rendah lemak dan kolesterol dibandingkan daging sapi.
Hal ini membuat daging kerbau kerap dipilih sebagai alternatif bagi konsumen yang ingin mengurangi asupan lemak, meski tetap harus memperhatikan cara pengolahan.
Faktor harga juga menjadi pembeda signifikan. Di pasaran, harga daging kerbau umumnya lebih murah dibandingkan daging sapi. Karena itu, saat harga daging sapi melonjak—terutama menjelang hari besar keagamaan—daging kerbau sering menjadi pilihan substitusi.
Meski demikian, konsumen perlu cermat saat membeli. Perhatikan warna yang segar, aroma yang tidak menyengat, serta tekstur yang kenyal dan tidak berlendir.
Baca juga:Harga Daging Sapi di Pasar Tradisional Medan Capai Rp130 Ribu per Kg Jelang Nataru
Memahami perbedaan daging sapi dan daging kerbau menjadi penting agar tidak salah pilih sesuai kebutuhan masakan dan pertimbangan kesehatan.
Dengan informasi yang tepat, masyarakat bisa lebih bijak menentukan pilihan tanpa hanya terpaku pada harga semata. (RS)