Ratu Shima dan Nabi Muhammad SAW : Kisah Paralel Penguasa Adil dari Nusantara dan Jazirah Arab

511

JAKARTA – Di abad ke-7 Masehi, dua wilayah yang terpisah ribuan kilometer—Jazirah Arab dan Nusantara sama-sama melahirkan pemimpin luar biasa: Nabi Muhammad SAW dan Ratu Shima dari Kerajaan Kalingga.

Meski tak pernah bertemu, keduanya hidup dalam kurun waktu yang sama dan meninggalkan warisan keadilan, ketegasan, dan kemajuan peradaban.

Zaman Kebangkitan: Nabi Muhammad SAW di Arab, Ratu Shima di Nusantara
– Nabi Muhammad SAW lahir pada 570 M dan diangkat sebagai rasul pada 610 M —hanya setahun sebelum Ratu Shima lahir di Sumatera Selatan (611 M).
– Ketika Nabi Muhammad SAW wafat (632 M), Ratu Shima berusia 21 tahun dan kelak menjadi Ratu Kalingga pada 678 M —tepat saat dunia Islam dipimpin oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib.
– Kesamaan zaman ini membuktikan bahwa Nusantara bukan wilayah terisolir, melainkan bagian dari jaringan global sejak dulu.

Keadilan yang Menggema: Hukuman Tegas ala Ratu Shima vs Syariat Islam
Nabi Muhammad SAW dikenal dengan sabdanya:
“Potonglah tangan pencuri, baik ia orang kaya maupun miskin.” (HR. Muslim)

Sementara itu, Ratu Shima menerapkan prinsip serupa—ia menghukum putra kesayangannya sendiri, Pangeran Narayana, dengan potong kaki hanya karena menyentuh karung emas yang bukan haknya.

– Kisah Ta-Shih (Raja Arab) yang sengaja menguji kejujuran rakyat Kalingga mirip dengan ujian keimanan dalam Islam, di mana godaan harta sering menjadi ujian kejujuran.
– Ketegasan Ratu Shima sejalan dengan nilai syariat Islam yang menekankan keadilan tanpa pandang bulu.

Perdagangan Global: Jejak Hubungan Nusantara-Arab di Masa Awal Islam
– Saat Nabi Muhammad SAW memimpin Madinah (622-632 M), kota itu menjadi pusat perdagangan dan diplomasi.
– Ratu Shima pun menjadikan Pelabuhan Jepara sebagai hub perdagangan internasional, bahkan disebutkan ada pedagang dari Arab (Ta-Shih) yang berkunjung.
– Catatan Dinasti Tang (China) menyebut Kalingga sebagai kerajaan makmur—mirip dengan kesaksian sejarah tentang kemajuan ekonomi Madinah di era Nabi.

Warisan Abadi: Kepemimpinan yang Menginspirasi
– Nabi Muhammad SAW meninggalkan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman umat Islam.
– Ratu Shima mewariskan prinsip keadilan dan hukum yang tegas yang masih relevan hingga kini.
– Keduanya hidup di era transisi: Arab dari jahiliyah ke Islam, sementara Nusantara dari Hindu-Buddha menuju kerajaan-kerajaan maritim besar. (cnbc)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com