Tim SAR Temukan Badan Pesawat ATR 42-500 di Puncak Bulusaraung, Evakuasi Terkendala Angin Kencang

99

MAROS – Perkembangan krusial dalam pencarian pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) akhirnya terungkap.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan badan utama pesawat di puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada Minggu (18/1/2026) pagi.

Temuan ini merupakan titik terang setelah pesawat dengan rute Yogyakarta – Makassar tersebut dinyatakan hilang kontak sehari sebelumnya. Operasi pencarian yang intensif membuahkan hasil ketika tim darat pertama kali mengidentifikasi serpihan jendela pesawat sekitar pukul 07.33 WITA.

Baca Juga : Warga Dengar Suara Ledakan, Tim SAR Kejar Lokasi Diduga Jatuhnya Pesawat ATR 400 di Maros

Tak lama setelahnya, tepat pukul 08.02 WITA, tim berhasil mencapai lokasi dan menemukan badan pesawat serta ekor pesawat di area lereng utara Puncak Bulusaraung. Temuan ini langsung dikonfirmasi oleh Basarnas dalam keterangan resminya.

“Pasukan darat telah menemukan badan pesawat dan sedang dalam proses identifikasi lebih lanjut. Tim helikopter sedang mencari spot untuk menurunkan personel SAR di lokasi terdekat dari posisi pesawat,” demikian disampaikan Basarnas kepada Kompas.TV

Baca Juga : Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Kawasan Leang Leang, Maros – Basarnas Kerahkan Tim Darurat!

Meski badan pesawat telah ditemukan, proses evakuasi langsung menghadapi tantangan berat. Kondisi angin kencang dan cuaca ekstrem di puncak Bulusaraung memberatkan upaya pendekatan udara dan penurunan tim. Hal ini memperlambat proses evakuasi jenazah korban maupun komponen penting pesawat.

Menurut laporan jurnalis KompasTV di Maros, Gufran Lamatha, tim SAR masih berkonsentrasi pada dua misi utama: pertama, menyiapkan strategi evakuasi badan pesawat yang aman dari medan terjal; dan kedua, melanjutkan penyisiran mendetail di sekitar lokasi kejadian.

“Tim SAR gabungan masih aktif menyisir area sekitar Bulusaraung untuk mencari korban dan kotak hitam (black box) pesawat yang hingga saat ini belum ditemukan. Black box menjadi kunci vital untuk mengungkap penyebab pasti insiden ini,” jelas Gufran dalam laporan Breaking News.

Lokasi temuan di Puncak Bulusaraung yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung – Bulusaraung memang dikenal memiliki medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu. Faktor inilah yang menjadi perhatian utama tim SAR untuk menjaga keselamatan personel selama operasi.

Publik diharapkan terus mengikuti perkembangan resmi dari Basarnas dan otoritas penerbangan terkait proses evakuasi, identifikasi korban, dan investigasi lanjutan.

Duka mendalam tetap disampaikan kepada keluarga korban, sementara apresiasi tinggi ditujukan kepada seluruh personel Tim SAR gabungan yang bekerja tanpa lelah di medan berat.

Kami akan terus memperbarui informasi terbaru seputar perkembangan evakuasi dan pencarian korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung di kanal ini. (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com