Banjir Setinggi Lutut Lumpuhkan Perbatasan Medan-Deliserdang, Arus Lalu Lintas Terpaksa Dialihkan!
MEDAN – Ruas jalan penghubung utama antara Kota Medan dan Deliserdang, yakni Jalan Sisingamangaraja, lumpuh total akibat banjir yang merendam kawasan tersebut pada Minggu (12/10/2025).
Genangan air yang mencapai ketinggian lutut orang dewasa ini memicu kemacetan panjang sekaligus menjadi mimpi buruk bagi para pengendara.
Banjir yang berpusat di depan Komplek Riviera ini menyebabkan antrean kendaraan mengular dari Kantor Siantar TOP hingga ke dalam kompleks.
Akibatnya, puluhan kendaraan roda dua terpaksa mogok dan terhenti di tengah genangan, sementara mobil roda empat memilih menepi dan memarkir kendaraannya di sekitar pintu masuk kompleks untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.
Warga Ungkap Trik “Nyelamat” Diri
Kondisi chaos ini memaksa warga mencari celah. “Banjir bang. Kalau mau sedikit aman, agak lawan arah sedikit. Karena satu sisi jalan, airnya agak rendah,” ujar seorang warga, memberikan tips “jalan tikus” untuk melintas dengan risiko lebih rendah.
Jalur Alternatif Jadi Pilihan Wajib
Guna menghindari wilayah banjir dan kemacetan parah, para pengendara dari arah Tanjung Morawa menuju Medan dan sebaliknya, terpaksa mengambil jalur alternatif memutar melalui Ujung Serdang – Patumbak – Jalan SM Raja Simpang Amplas. Rute ini pun diprediksi padat karena menjadi satu-satunya pilihan.
Penyebab utama banjir diduga kuat karena buruknya sistem drainase yang tidak mampu menampung laju air, diperparah dengan meluapnya sungai di sekitar lokasi. Hingga berita ini diterbitkan, air belum juga menunjukkan tanda-tanda surut, memperpanjang penderitaan pengguna jalan. (FD)