Bobby Nasution Turun Langsung ke Banjir Letda Sujono, Kolam Retensi 1,7 Km dan Sodetan Eka Warni Segera Dibangun 2027

314

MEDAN – Hujan deras yang mengguyur Kota Medan kerap mengubah Jalan Letda Sujono, tepatnya di kawasan pintu Tol Bandar Selamat, menjadi lautan genangan yang melumpuhkan akses warga. Selasa (8/9/2026), Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, kembali turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan banjir menahun ini tidak lagi berulang.

Bobby menegaskan bahwa solusi teknis sudah matang di atas kertas. “Desain dan perencanaannya sudah ada. Tinggal pembagian tugas dan percepatan pelaksanaannya,” ujarnya.

Pembangunan kolam retensi yang terhubung dengan saluran primer sepanjang 1,7 kilometer menjadi inti dari strategi penanganan di kawasan ini.

Drainase penghubung akan menjadi tanggung jawab Kementerian PU, sementara Pemko Medan fokus pada pembebasan lahan yang ditargetkan rampung pada 2026 agar konstruksi bisa dimulai awal 2027.

Bobby bahkan membuka opsi intervensi anggaran dari Provinsi jika Pemko Medan terkendala.

“Kalau pembebasan lahan tidak bisa dianggarkan Pemko Medan, Pemprov Sumut siap membantu. Yang penting program ini bisa segera berjalan karena masyarakat sudah lama menunggu solusi,” tegasnya.

Baca Juga : Gibran dan Bobby Tinjau SMAN 1 Barus, Sekolah Diterjang Banjir Setinggi 2 Meter

Tak hanya Letda Sujono, perhatian Bobby juga menyasar kawasan Jalan Eka Warni, Medan Johor yang berada di perbatasan Medan-Deli Serdang.

Di sini, penanganan dilakukan dengan pembagian tugas terpadu Pemprov Sumut membangun sodetan, Kementerian PU mengerjakan sistem drainase, dan Pemko Medan bertanggung jawab atas perbaikan jalan.

“Karena berada di dua wilayah administrasi, penyelesaiannya harus dilakukan bersama-sama. Tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri,” ujar Bobby, yang pernah meninjau lokasi ini saat masih menjabat Wali Kota Medan.

Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, yang turut mendampingi, memastikan proses pembebasan lahan masih berjalan sesuai prosedur karena melibatkan tanah milik warga.

“Insya Allah setelah pembebasan lahan selesai, pembangunan kolam retensi bisa segera dimulai,” ujarnya.

Kehadiran Bobby di dua titik banjir ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengawalan nyata atas komitmen pemerintah mengakhiri derita warga yang setiap musim hujan harus berhadapan dengan banjir.

Dengan kolaborasi lintas instansi dan kepastian anggaran, warga Medan dan Deli Serdang kini bisa bernapas lega menyambut 2027 sebagai titik balik solusi banjir permanen. (Rel)