Bukan Sarjana IT, Hanya Lulusan SMK Tak Tamat: Profil Mengejutkan Hacker “Bjorka” yang Akhirnya Dibekuk

233

JAKARTA – Ternyata di balik topeng “Bjorka” yang legendaris itu, tersembunyi wajah seorang pemuda 22 tahun asal Minahasa. WFT, sang tersangka, akhirnya dibekuk polisi setelah mengklaim sebagai hacker misterius yang membobol 4,9 juta data nasabah bank.

Kasus ini berawal ketika akun X @bjorkanesiaaa pamer hasil retasannya. Klaim itu pun menjadi bumerang yang membawa polisi menyisir dark web hingga ke desa terpencil di Sulawesi Utara.

Inilah 5 Fakta Mengejutkan di Balik Penangkapan “Bjorka”:

1. Raja Pasar Gelap Data di Dark Web
WFT ternyata bukan sekadar hacker biasa. Menurut polisi, dia aktif berburu dan memperjualbelikan data ilegal di dunia bawah tanah internet sejak 2020. Dengan username Bjorka, SkyWave, hingga Opposite6890, ia berganti identitas bagai siluman.

Data yang dijajaknya pun beragam, mulai dari institusi pemerintah, perusahaan kesehatan, hingga swasta, dengan pembayaran menggunakan mata uang kripto yang sulit dilacak.

2. Operasi Kripto di Dunia Maya
Transaksi gelapnya dilakukan dengan canggih. WFT mengaku dalam sekali jual, ia bisa meraup puluhan juta rupiah. Harganya fleksibel, tergantung negosiasi dengan pembeli di forum-forum rahasia dark web.

Semua transaksi ini menggunakan cryptocurrency, membuat jejak digitalnya nyaris tak terlihat.

3. Hacker yang Bukan Sarjana IT, Tapi Jago Otodidak
Ini mungkin fakta paling mengejutkan. Ternyata, “Bjorka” yang ditakuti banyak orang bukanlah ahli IT dan bahkan tidak lulus SMK.

Kemampuannya didapat secara otodidak dari menggali informasi dan bergaul dengan komunitas hacker di media sosial. Sebuah bukti bahwa di era digital, ancaman bisa datang dari mana saja.

4. Koneksi Misterius dengan Kebocoran Data Negara
Polisi masih menyelidiki apakah WFT ini adalah “Bjorka” yang sama yang pernah membocorkan data sensitif negara, termasuk data Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri.

Jawaban sementara polisi: “Mungkin.” Ini mengindikasikan bahwa jejak kejahatan sibernya bisa jadi lebih dalam dan lebih luas dari yang dibayangkan.

5. Pengakuan yang Membongkar Modus
Penangkapan yang dilakukan pada 23 Agustus 2025 ini berhasil mengungkap seluk-beluk operasi WFT. Dari Minahasa, ia menjalankan bisnis data ilegalnya yang menjangkau korban hingga ke tingkat nasional.

Dengan ditangkapnya WFT, apakah saga “Bjorka” benar-benar berakhir? Atau ini justru babak baru dari misteri keamanan siber Indonesia? (DTC)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com