Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025: Refleksi Spiritual dan Tradisi Umat Islam di Seluruh Dunia
MEDAN – Maulid Nabi Muhammad SAW, yang jatuh pada 12 Rabiul Awal 1447 H (5 September 2025), diperingati oleh jutaan umat Islam di seluruh dunia sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Perayaan ini menggabungkan unsur spiritual, budaya, dan sosial, meskipun tetap menimbulkan perdebatan di kalangan ulama terkait status hukumnya.
Sejarah dan Makna Maulid Nabi
Maulid Nabi secara bahasa berarti “hari kelahiran Nabi” . Peringatan ini pertama kali diperkenalkan oleh Dinasti Fatimiyah di Mesir pada abad ke-11 M, kemudian menyebar ke wilayah Islam lainnya seperti Suriah, Maroko, dan Turki .
Sultan Salahuddin Al-Ayyubi pada abad ke-12 M menggunakan momen ini untuk membangkitkan semangat jihad umat Islam selama Perang Salib . Secara spiritual, Maulid Nabi menjadi momen refleksi atas keteladanan Rasulullah dalam hal akhlak mulia, keadilan, dan kepedulian sosial .
Tradisi Perayaan di Berbagai Negara
· Indonesia: Masyarakat menyelenggarakan Grebeg Maulud (Yogyarta), Panjang Jimat (Cirebon), dan Bunga Lado (Padang) dengan pembacaan sholawat, pengajian, dan santunan anak yatim .
· Turki: Dikenal sebagai Mevlid Kandili, dirayakan dengan dekorasi lampu dan pembacaan puisi keagamaan .
· Afrika dan India: Perayaan melibatkan parade, pemberian makan gratis, dan ceramah agama .
Kontroversi dan Perspektif Ulama
Meski dirayakan secara luas, Maulid Nabi menimbulkan perdebatan hukum. Sebagian ulama (terutama dari mazhab Salafi-Wahhabi) menganggapnya sebagai bid’ah sesat karena tidak pernah dilakukan Rasulullah atau sahabat . Namun, ulama lain seperti Imam Al-Suyuthi membolehkannya sebagai bentuk ekspresi cinta kepada Nabi selama tidak melanggar syariat .
Prof. Dr. H. Ahmad Fauzi, M.A. (Guru Besar UIN Jakarta) menyatakan Maulid Nabi adalah tradisi yang mengakar dalam budaya Islam Nusantara. Esensinya bukan sekadar ritual, tetapi pendalaman nilai-nilai keteladanan Rasulullah: kejujuran (shiddiq), amanah, dan kepedulian pada kaum lemah. Selama perayaan tidak mengandung syirik atau kemaksiatan, ia dapat menjadi sarana dakwah yang efektif.
Data Tanggal dan Perbedaan Sunni-Syiah
Kelompok Sunni : 12 Rabiul Awal/5 September 2025
Kelompok Syiah : 17 Rabiul Awal/10 September 2025
Rekomendasi Amalan Maulid Nabi
1. Bersholawat sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah .
2. Berpuasa sunah (Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh) .
3. Bersedekah kepada anak yatim dan masyarakat rentan .
4. Mengkaji sirah Nabawiyah untuk memahami perjuangan Rasulullah.
Kesimpulan
Maulid Nabi Muhammad SAW tetap menjadi momen penting untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan meneladani akhlak Rasulullah. Perbedaan pandangan ulama semestinya tidak mengurangi esensi perayaan sebagai bentuk syukur atas kelahiran Nabi pembawa rahmat bagi alam semesta. (Red)