Antisipasi Krisis Bahan Bakar di Sumut, Pertamina Tambah SPBU 24 Jam Usai Rapat Darurat

30

MEDAN – Guna mengatasi antrian panjang dan memastikan ketersediaan energi pascabencana, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menambah jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi nonstop 24 jam di Sumatera Utara.

Langkah ini diambil usai rapat darurat yang dipimpin Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Gubernur Sumut Bobby Nasution di Tapanuli Tengah, Selasa (2/12/2025).

Komitmen Penambahan dan Jaminan Stok
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra (Ega), menyampaikan, dari 90 SPBU yang ada di Medan, saat ini 40 di antaranya buka 24 jam.

“Hasil rapat, kami akan tambah menjadi sekitar 60 SPBU yang beroperasi 24 jam, dan akan kami upayakan hingga 90 SPBU,” tegas Ega.

Ega juga menjamin stok BBM di Kota Medan dalam kondisi aman. “Stok kami aman karena sudah ada dua kapal yang bersandar di Terminal Medan. Penambahan SPBU 24 jam ini adalah langkah untuk mempercepat pelayanan dan mengurangi antrean,” jelasnya.

Intervensi Khusus untuk Daerah Terdampak Bencana
Sementara untuk wilayah yang terdampak banjir dan longsor, seperti Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Sibolga, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan akan mempercepat distribusi BBM. “Malam ini kita coba caranya agar BBM dari Pelabuhan Sibolga bisa masuk ke Tapteng, mengingat selama ini terkendala akses jalan,” ujar Bahlil.

Bahlil juga meminta Pertamina segera mengaktifkan 5 pompa bensin di wilayah tersebut dan mengoperasikannya 24 jam tanpa sistem barcode untuk memperlancar distribusi.

“Saya mohon, fasilitas ini jangan disalahgunakan. Harus digunakan sesuai kebutuhan yang mendesak,” pintanya.

Rapat darurat ini dihadiri pula oleh Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dan Anggota DPR RI Musa Rajekshah, menandai keseriusan penanganan krisis logistik pascabencana. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com