Bobby Nasution Cs Bringet! Misi Dagang Sumut-Jatim Tembus Rp2,5 Triliun, UMKM Jadi Kunci di Tengah Gejolak Global

321

MEDAN – Di tengah badai ketidakpastian ekonomi global yang masih menghantui, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution tidak tinggal diam.

Ia meluncurkan strategi jitu yang terbukti mampu mendongkrak ekonomi daerah secara signifikan. Melalui gelaran Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur (Jatim)-Sumut, pria yang akrab disapa Bobby ini berhasil mencatatkan sejarah baru nilai transaksi menembus angka fantastis Rp2,5 Triliun hanya dalam hitungan jam.

Acara bertema “Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Jawa Timur dan Sumatera Utara” yang digelar di Ballroom Hotel Grand Mercure, Selasa (29/9/2026), bukan sekadar seremonial belaka.

Ini adalah aksi nyata. Bobby Nasution menegaskan bahwa kerja sama antardaerah adalah kunci utama untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang kian menekan.

Baginya, potensi dalam negeri, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), harus menjadi primadona baru.

“Selamat datang kembali Gubernur Jatim, Ibu Khofifah Indar Parawansa. Sebelumnya hadir membawa bantuan kemanusiaan untuk Sumut yang terdampak bencana. Kali ini datang membawa para pedagang, sebuah terobosan luar biasa yang mengangkat perekonomian masyarakat,” ujar Bobby dengan nada optimis.

Bobby menyadari bahwa menarik investasi asing di tengah tekanan global bukanlah perkara mudah. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya perubahan pendekatan.

Baca Juga : Revisi Perda Pajak Medan 2026: Rico Waas Bongkar Aturan Lama, Tarif Kesehatan Setara & Keringanan untuk UMKM!

“Hari ini yang punya potensi besar adalah sektor UMKM. Karenanya Sumatera Utara mencoba mengganti pendekatan kepada para pelaku UMKM,” tegasnya.

Lebih dari sekadar transaksi jual-beli, Bobby mendorong agar misi dagang ini berlanjut pada kerja sama usaha yang lebih luas. Tujuannya jelas: produk UMKM dari Sumut dan Jatim harus mampu menembus pasar nasional, bahkan global.

“Tadi Pak Kadis menyampaikan hingga pukul 10.00 WIB, transaksi sudah mencapai Rp2,288 Triliun. Ini menjadi tantangan bagi Sumut, bagaimana mengkurasi para pelaku UMKM,” jelasnya.

Bobby menekankan bahwa proses kurasi—mulai dari seleksi, pelatihan, hingga pemahaman pasar—adalah bagian penting yang tidak bisa ditawar.

Hal ini bukan semata soal keuntungan finansial, melainkan juga sarana pembelajaran berharga bagi para pelaku usaha di Sumut. “Pesan saya kepada Pak Kadis, agar neraca perdagangan naik dan stabil. Kalau bisa, angka Rp2 Triliun berikutnya bisa meningkat menjadi Rp4 Triliun,” harap Bobby.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan nilai tambah luar biasa bagi kedua provinsi.

“Saya rasa kita bisa membangun keseimbangan antara Jatim dan Sumut. Bayangan saya, Kopi Sidikalang yang brand-nya luar biasa. PR kita bersama, bagaimana produksi kita ditingkatkan,” sebut Khofifah memuji kualitas produk Sumut.

Jatim pun menunggu kunjungan balasan dari Sumut untuk memperluas kerja sama. Hingga pukul 12.30 WIB, nilai transaksi terus melesat mencapai Rp2,5 Triliun.

Penandatanganan kerja sama perdagangan pun telah dilakukan, melibatkan instansi pemerintah, organisasi perdagangan, dan pelaku usaha dari kedua provinsi.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis: Kepala Perwakilan Bank Indonesia, OJK, BPS, Kadin, HIPMI, Gekraf, IWAPI, hingga Bupati Probolinggo.

Kehadiran mereka menandakan bahwa misi dagang ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan sebuah gerakan ekonomi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Dengan langkah berani Bobby Nasution dan kolaborasi solid bersama Jatim, Sumatera Utara membuktikan bahwa kekuatan ekonomi domestik mampu menjadi benteng tangguh di tengah gejolak global.

Misi dagang ini adalah bukti nyata bahwa UMKM bukan hanya tulang punggung, tetapi juga masa depan perekonomian bangsa. (FD/Rel)