Bus Listrik Nganggur, DPRD Usul Ongkos Gratis Pelajar! Langkah Berani PKS demi Pendidikan?

233

MEDAN — Sebuah terobosan besar tengah dipertimbangkan untuk dunia pendidikan di Kota Medan. Ketua Komisi II DPRD Medan, H. Kasman bin Marasakti Lubis bergerak cepat merespons wacana populis: menggratiskan ongkos angkutan kota (Angkot) bagi pelajar!

“Kita ikut mendukung usulan kawan-kawan. Ini bukan sekadar kebijakan transportasi, tapi investasi masa depan untuk membantu masyarakat prasejahtera mendapatkan pendidikan yang layak,” tegas Kasman, politisi PKS ini, Kamis (10/9/2026).

Langkah ini bukan isapan jempol. Kasman berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas Komisi dalam waktu dekat.

RDP ini akan menjadi panggung krusial yang mengundang Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Bagian Hukum, Bappeda, hingga Organda. Tujuannya satu merumuskan skema subsidi yang tepat sasaran dan bisa segera dieksekusi.

Usulan ini mencuat dari Anggota Komisi II, Afif Abdillah, yang menyoroti ironi di balik operasional 72 unit bus listrik di Medan. Meski biaya operasionalnya disubsidi APBD hingga Rp 91 miliar per tahun, bus-bus itu sering terlihat kosong melompong.

“Kenapa tidak dimanfaatkan? Daripada sia-sia, lebih baik digratiskan untuk pelajar, khususnya trayek ke Medan Utara yang mayoritas warganya prasejahtera,” ujar Afif.

Gagasan ini juga diamini oleh DR. Lily yang mendesak Dishub dan Disdik untuk segera mensiasati alokasi anggaran. “Jangan sampai anak putus sekolah hanya karena biaya ongkos,” tegasnya.

Baca Juga : Ongkos Gratis Pelajar Medan Segera Terwujud, 72 Bus Listrik Subsidi Rp91 M Siap Antar Anak Sekolah

Wakil Ketua Komisi II, Modesta Marpaung menambahkan bahwa keluhan orang tua soal mahalnya ongkos sekolah sudah menjadi rahasia umum. “Sudah saatnya Pemko Medan hadir di tengah kesulitan rakyat kecil,” harapnya.

Berita ini bukan hanya soal kebijakan. Ini adalah kisah tentang keberpihakan. Di saat media lain sibuk memberitakan kemacetan atau kenaikan BBM, DPRD Medan justru menawarkan solusi progresif: mengubah bus listrik yang “mubazir” menjadi armada sekolah gratis.

Jika terealisasi, Medan akan menjadi pionir kota besar di Indonesia yang mengintegrasikan transportasi publik ramah lingkungan dengan akses pendidikan gratis.

Potensi viralnya sangat tinggi karena menyentuh dua isu emosional: pendidikan dan pengelolaan anggaran yang pro-rakyat.

Ayo Kawal! RDP ini adalah momen penentu. Apakah usulan ongkos gratis pelajar ini akan menjadi kenyataan, atau hanya wacana yang hilang begitu saja? Masyarakat Kota Medan, khususnya para pelajar dan orang tua, patut menantikan gebrakan nyata dari Komisi II DPRD Medan.

Ikuti terus perkembangan RDP ini hanya di Kitamedan.com Jangan lewatkan momen bersejarah untuk pendidikan Medan yang lebih setara! (FD)