DPRD Tanjungpinang ‘Gempur’ Bapenda Medan, QRESTO Siap Jadi Kiblat Digitalisasi PAD Nasional

236

MEDAN — Inovasi digital Kota Medan kembali menjadi primadona di mata daerah lain. Kali ini, giliran DPRD Kota Tanjungpinang yang “grebek” Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan untuk mempelajari QRESTO—aplikasi revolusioner yang disebut-sebut sebagai game changer pengelolaan pajak daerah di Indonesia.

Kunjungan yang berlangsung pada Selasa (4/8/2026) ini dihadiri langsung oleh tiga anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang: Nasrul (Fraksi PKS), Dicky Novalino (Fraksi Demokrat), dan Agus Chandra Wijaya (Fraksi Nasdem).

“Kami studi referensi terkait pendapatan daerah, terutama retribusi. Pemaparan dari Bapenda Medan sangat lengkap, terutama tentang program unggulan mereka, QRESTO,” ujar Nasrul.

Lalu, apa sebenarnya QRESTO yang bikin penasaran?

QRESTO atau Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization adalah terobosan digital pertama di Indonesia yang menerapkan sistem split bill pajak daerah secara otomatis.

Bayangkan, setiap kali Anda makan di restoran dan membayar dengan EDC atau QRIS terintegrasi, sistem langsung memisahkan 10 persen dari total transaksi sebagai pajak dan menyetorkannya secara real-time ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Baca Juga : Momen Bapenda Medan Bertransformasi, dari Birokrasi Kaku Menjadi Pelayan Publik yang BerAKHLAK

“QRESTO hadir untuk menjawab keraguan masyarakat terkait transparansi penyaluran pajak restoran,” tegas Wali Kota Medan, Rico Waas.

Dengan sistem ini, kebocoran pajak bisa diminimalkan, pelaporan manual dihilangkan, dan akurasi data terjamin. Saat ini, implementasi QRESTO terus diperluas hingga menargetkan 125-200 wajib pajak restoran terintegrasi pada akhir 2026.

Tak hanya restoran, Bapenda Medan juga tengah mengembangkan QRESTO untuk sektor parkir dan pasar.

Kunjungan ini bukan sekadar formalitas. Nasrul menegaskan bahwa QRESTO dan inovasi sektor parkir akan menjadi pelajaran berharga untuk diterapkan di Tanjungpinang.

“Kami berharap hubungan Kota Tanjungpinang dan Kota Medan semakin baik dan berkelanjutan,” tutup Nasrul didampingi Agus Chandra Wijaya dan Dicky Novalino.

Dengan Medan sebagai pelopor dan Tanjungpinang sebagai peniru, QRESTO diprediksi akan menjadi role model digitalisasi pajak daerah bagi seluruh Indonesia. (Rel)