Geram! Sebulan Laporan Lampu Jalan Mati, Jusuf Ginting : Ini Undang Begal!

93

MEDAN – Bukan sekali, bukan dua kali. Sudah sebulan penuh anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Jusup Ginting Suka, melaporkan matinya lampu jalan di kawasan Perumnas Simalingkar.

Namun Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan seolah tutup mata. Tak ada respons, tak ada perbaikan. Jusup pun naik pitam.

Kegeraman itu meledak saat dirinya menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Administrasi Kependudukan di Jalan Kopra Raya, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Minggu (14/6/2026). Acara yang awalnya hangat berubah jadi ajang curhat massal.

Dua warga, masing-masing dari Jalan Nilam dan Kopdar II, langsung angkat suara. Kondisi lampu jalan di sekitar mereka sudah padam berbulan-bulan. Saat malam tiba, jalanan gelap gulita. “Kami takut keluar rumah, Pak. Takut kecelakaan atau kena begal,” ujar seorang warga dengan suara bergetar.

Jusup yang mendengar langsung keluhan itu sontak mengaku kecewa berat. Sebab, tepat sebulan lalu dirinya sudah melaporkan persoalan ini secara resmi ke Dishub Medan. Namun hingga kini, tak ada satu pun petugas yang turun ke lapangan.

“Keluhan ini sudah saya sampaikan ke Dishub sejak sebulan lalu. Tapi sampai hari ini belum ada tindakan. Padahal ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegas Jusup di hadapan puluhan warga.

Baca Juga : Banyak Lampu Jalan Tidak Maksimal, Dinas Perhubungan Diminta Respon Cepat Pengaduan Warga

Dengan nada geram, politisi yang akrab disapa Jusup itu menambahkan, “Kita ini pelayan masyarakat. Ketika warga mengadu, harus kita perjuangkan. Yang membuat saya heran, laporan anggota DPRD saja tidak ditanggapi. Kalau laporan kami tidak didengar, laporan siapa lagi yang mau didengar Dishub Medan?”

Menurut Jusup, masalah lampu jalan bukan sekadar kenyamanan, tapi darurat keselamatan publik. Jalan yang gelap adalah surga bagi pelaku kejahatan.

“Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak. Lampu jalan ini vital. Jalan gelap bisa memicu kecelakaan lalu lintas, dan yang lebih menakutkan: rawan begal,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa di wilayah Perumnas Simalingkar sendiri beberapa kali terjadi aksi kejahatan jalanan. Minimnya penerangan membuat warga was-was setiap melintas, terutama perempuan dan anak-anak yang pulang malam.

Tak berhenti di situ, Jusup juga menyoroti kondisi memprihatinkan lainnya: ada tiang listrik yang hilang akibat tanah longsor di kawasan tersebut. Hingga kini, tiang itu tak kunjung diganti. Warga terpaksa beraktivitas di tengah bahaya.

“Bahkan tiang listrik yang hilang karena longsor belum diperbaiki. Ini juga keluhan serius yang harus segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Geram bukan tanpa tindakan. Jusup menyatakan akan menggerakkan hak interpelasi DPRD Kota Medan untuk memanggil Kepala Dinas Perhubungan. “Nanti akan kita pertanyakan. Saya minta Kadishub Medan hadir ke DPRD untuk menjelaskan kenapa laporan masyarakat yang sudah sebulan lalu belum ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia juga meminta Wali Kota Medan untuk mengawasi kinerja Dishub. “Kami ingin kerja sama yang baik antara DPRD dan pemerintah kota. Tujuan kita sama: pelayanan terbaik untuk masyarakat. Persoalan ini harus jadi perhatian serius,” pungkas Jusup.

Kondisi Mencekam di Perumnas Simalingkar

Lampu mati. Tiang longsor. Malam mencekam. Warga berharap langkah tegas Jusup membuat Dishub Medan bangun dari tidur panjangnya. Akankah Kadishub dipanggil? Atau warga harus terus tinggal dalam gelap yang mengintai bahaya? Kita tunggu. (Rel)