Gubernur Bobby Nasution Pacu Pembangunan 20.000 Rumah Subsidi di Sumut, REI: “Kami Salut dan Optimis!”
MEDAN – Target ambisius pembangunan 20.000 unit rumah subsidi di Sumatera Utara sedang dipacu untuk direalisasikan dalam waktu singkat. Gubernur Sumut, Bobby Nasution, menunjukkan komitmen kuatnya dengan meminta dan berhasil menambah kuota tambahan 5.000 unit dari pemerintah pusat.
Awalnya, kuota Sumut hanya 15.000 unit. Namun, setelah mendampingi kunjungan kerja Menteri Perumahan Rakyat, Maruarar Sirait (Bang Ara), Bobby bernegosiasi dan mendapatkan tambahan kuota. Total kini, ada 20.000 unit rumah yang harus dibangun dan diserahkan kepada masyarakat.
“Ini bukan pekerjaan mudah, tapi dengan konsep kolaborasi, kita sangat optimis target ini bisa dicapai tahun ini,” tegas Bobby Nasution saat bertemu dengan pengembang dari REI dan APPERSI di rumah dinasnya baru-baru ini.
Kejar Target 20.000 Unit dalam 2,5 Bulan
Langkah yang diambil sekarang adalah aksi nyata. Dengan waktu hanya sekitar 2,5 bulan lagi, sebanyak 11.800 unit rumah masih harus diselesaikan dan diakadkan kepada pembeli. Sejauh ini, 8.200 unit telah resmi menjadi milik masyarakat.
“Seluruh pihak harus aktif mengambil langkah konkret. Tujuannya jelas, menyediakan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” imbau Bobby.
Komitmen Gubsu Bikin Pengembang Optimis
Keseriusan Bobby Nasution ini mendapat apresiasi tinggi dari para pengembang. Ketua REI Sumut, Moko Panggabean, menyatakan salut dengan konsistensi Gubsu dalam mewujudkan rumah murah yang layak huni.
“Saya salut dengan kesungguhan Pak Gubsu. Sejak Juli lalu, beliau terus konsisten mengumpulkan semua pihak terkait dan memberi penugasan agar kolaborasi pembangunan rumah cepat realisasi,” ujar Moko, Sabtu (11/10/2025).
Menurut Moko, kesungguhan Bobby memotivasi semua pihak, termasuk REI dan APPERSI, untuk bersama-sama mengejar target agar program nasional ini cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sumut.
Apa Keuntungan Rumah Subsidi?
Program rumah subsidi adalah solusi pemerintah untuk masyarakat yang kesulitan memiliki tempat tinggal. Keuntungannya antara lain:
· DP Ringan: Lebih mudah dijangkau.
· Cicilan Flat: Tidak terpengaruh fluktuasi suku bunga bank selama masa KPR, sehingga lebih mudah diatur dalam anggaran keluarga. (Rel)