GUBERNUR BOBBY NASUTION SIAPKAN INSENTIF! Dukung Penuh Balai Latihan Mitigasi Bencana, Perangkat Desa Jadi Garda Terdepan

111

MEDAN – Langkah revolusioner dalam penanganan bencana di Sumatera Utara mulai digaungkan.

Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, tidak hanya menerima penghargaan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) atas respons cepat pemerintahannya, namun juga melontarkan gagasan berani yang berpotensi mengubah paradigma mitigasi bencana di Indonesia pelatihan wajib dengan insentif bagi perangkat desa.

Dalam audiensi bersama Kepala Kantor Basarnas RI Kelas A Medan, Hery Marantika, di ruang kerja Gubernur, Senin (30/3/2026), Bobby Afif menegaskan dukungan penuh terhadap rencana pendirian Balai Latihan Mitigasi Bencana.

Namun, ia tidak ingin pelatihan ini hanya sebatas seremoni. Menurutnya, sasaran utama haruslah mereka yang berada di ujung tombak kebencanaan: Kepala Dusun, Kepala Lingkungan, hingga Kepala Desa.

“Ini menjadi pelajaran. Saya sarankan Balai Pelatihan ini diutamakan untuk perangkat desa. Mereka adalah garda terdepan yang paham kondisi wilayahnya,” tegas Bobby Nasution.

Insentif Khusus: Nilai Lebih dari Sekadar Sertifikat

Yang membuat kebijakan ini dinilai progresif adalah usulan Gubernur terkait penghargaan bagi para peserta. Bobby menyadari bahwa peningkatan kapasitas harus diiringi dengan kesejahteraan.

“Untuk mengapresiasi itu, bisa kita pertimbangkan nanti ada semacam insentif atau tambahan setelah mereka (perangkat desa) mengikuti dan mendapatkan sertifikat pelatihan kebencanaan atau mitigasi bencana,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Sumut juga berkomitmen untuk mendukung penuh pembangunan sarana dan prasarana balai latihan tersebut. Langkah ini diharapkan menciptakan ekosistem kebencanaan yang mandiri dari tingkat akar rumput.

Sinkronisasi Data: Kunci Antisipasi yang Selama Ini Hilang

Di balik dukungan infrastruktur, Bobby Nasution menyoroti masalah klasik yang kerap menghambat penanganan bencana perbedaan data.

Baca Juga : Belajar dari Duka Bahorok 2003, Gubernur Bobby Nasution Desak Mitigasi Dini Hadapi Ancaman Banjir Bandang

Selama ini, sering terjadi ketidaksesuaian data korban antara pemerintah desa, kabupaten/kota, hingga instansi pusat. Hal ini menyebabkan bantuan sering kali terhambat.

“Sebenarnya kita ingin sekali secepatnya menyampaikan bantuan ke lokasi terdampak. Karena itu kita ingin validasi data korban bencana bisa lebih cepat diterima. Sehingga langkah mitigasinya juga lebih cepat dan tepat sasaran,” jelas Bobby, yang menekankan bahwa pelatihan ini juga akan membenahi sistem validasi data di lapangan.

Apresiasi dari Basarnas: Kolaborasi yang Berkesan

Penghargaan yang diberikan Basarnas kepada Gubernur Sumut bukan tanpa alasan. Kepala Kantor Basarnas Medan, Hery Marantika, memuji respons cepat Pemprov Sumut saat bencana hidrometeorologi melanda pada November 2025 lalu. Kolaborasi yang solid antara Basarnas, Pemprov, dan jajaran di lapangan dinilai menjadi contoh sinergi ideal.

“Pengalaman di lapangan, keakraban bersama Gubernur dan jajaran, saling sinergi, saling mendukung, itu yang berkesan bagi kami. Kami berharap bisa mendirikan balai pelatihan kebencanaan, terutama untuk 18 daerah yang terdampak bencana,” ungkap Hery.

Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan rencana pembangunan balai latihan yang menyasar langsung aparatur desa, Sumatera Utara kini berada di garis depan dalam menciptakan masyarakat tangguh bencana.

Bukan hanya sekadar tanggap darurat, tetapi membangun fondasi pencegahan yang kokoh dari tingkat paling bawah. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com