Gubernur Sumut Bobby Nasution Tegaskan Efisiensi APBD 2025 untuk Masyarakat
MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengambil langkah tegas melakukan efisiensi APBD 2025 untuk memastikan alokasi anggaran fokus pada peningkatan pelayanan publik.
Proses ini mengikuti instruksi Presiden tentang penyerasian belanja daerah dengan target kinerja strategis.
Pemangkasan Anggaran Tidak Prioritas
Plt Kepala Dinas Kominfo Sumut, Porman Mahulae, mengungkapkan ditemukannya sejumlah alokasi anggaran tidak rasional dalam APBD 2025, seperti belanja kue tart puluhan juta hingga tusuk gigi senilai Rp100 juta.
Anggaran tersebut langsung dicoret Bobby Nasution karena dinilai tidak mendukung pelayanan masyarakat.
“Pak Gubernur tegas mengarahkan OPD untuk mengalihkan anggaran ke program produktif yang berdampak langsung pada rakyat. APBD harus selaras dengan visi prioritas beliau,” tegas Porman.
APBD 2025 sendiri disusun sebelum Bobby Nasution dilantik, sehingga perlu penyesuaian dengan program unggulannya.
Program Prioritas & PHTC
Efisiensi anggaran diarahkan untuk mendukung program prioritas Bobby Nasution dan Wagub Surya, seperti:
– Pendidikan : Sekolah unggulan berbasis keterampilan industri.
– Kesehatan : Layanan terintegrasi di sentra kesehatan masyarakat.
– Ketahanan Pangan : Diversifikasi pertanian berbasis kearifan lokal.
– Infrastruktur : Pembangunan jalan, jembatan, dan irigasi penopang ekonomi lokal.
Program andalan lainnya meliputi PUBG (sekolah gratis), PROBIS (berobat gratis), INSTANSI (infrastruktur terintegrasi), dan CERDAS (digitalisasi layanan publik).
Efisiensi Anggaran untuk Kesejahteraan
Pemangkasan belanja tidak penting bertujuan mengoptimalkan dana bagi program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti pemberdayaan kelompok rentan dan pengentasan kemiskinan.
Langkah ini diharapkan memperkuat stabilitas ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan warga Sumut. (FD)