Hadi Suhendra Stop Bantuan Medis untuk Pelaku Tawuran: Sudah Cukup, Ini Efek Jera!

107

MEDAN – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra, mengambil langkah tegas dengan menghentikan bantuan biaya pengobatan bagi korban tawuran di Kecamatan Medan Belawan. Kebijakan ini diambil sebagai efek jera agar aksi brutal tersebut tak lagi terulang.

“Sudah terlalu sering saya bantu, tapi tawuran tetap terjadi. Kalau dibiarkan, masyarakat yang rugi,” tegas Hendra, Minggu (6/7/2025).

Akar Masalah: Pengangguran & Rendahnya Pendidikan
Hendra menyoroti bahwa tawuran di Belawan dipicu oleh tingginya pengangguran, pendidikan rendah, dan SDM yang tertinggal. Dampaknya tak hanya luka fisik, tetapi juga kerugian ekonomi bagi keluarga korban.

“Banyak yang terpaksa jual rumah untuk biaya rumah sakit. Mayoritas warga Belawan hidup pas-pasan. Ini memprihatinkan,” ungkapnya.

Turun Langsung ke Lapangan, Gandeng Polisi & Tokoh Masyarakat
Akhir Juli ini, Hendra akan blusukan ke kelurahan-kelurahan di Belawan, menggandeng polisi, lurah, dan organisasi pemuda untuk cari solusi pencegahan tawuran.

“Saya bukan penegak hukum, tapi saya punya ide. Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?” tegas politisi Partai Golkar ini.

Revitalisasi Rumah Ibadah & Perangi Pungli
Hendra juga bangun mushola 24 jam di Kantor Pemuda Pancasila Belawan, dengan program pengajian gratis untuk perbaiki akhlak generasi muda.

Tak hanya itu, dia berantas pungutan liar (uang masuk kerja) yang membebani pemuda Belawan saat melamar pekerjaan.

“Gaji pertama habis bayar utang karena pungli. Ini harus dilawan!” serunya.

Komitmen Jangka Panjang: “Perubahan Butuh Waktu!”
Hendra mengingatkan, perubahan tak instan—butuh 1-5 tahun. Namun, dia berkomitmen terus dorong penyerapan tenaga kerja lokal tanpa pungli.

“Kalau tak mau berjuang, diam saja. Jangan halangi yang sedang berusaha!” pesannya.

Dengan langkah nyata ini, Hendra berharap Belawan bisa lebih aman, sejahtera, dan berdaya saing di masa depan. (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com