Harapan Baru bagi Korban Bencana: Wapres Gibran dan Gubernur Bobby Langsung Turun ke Pengungsian Sibalanga
TAPANULI UTARA – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution langsung meninjau lokasi pengungsian di Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara.
Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan ketersediaan logistik, layanan kesehatan, serta pembangunan hunian tetap (huntap) bagi para penyintas.
Bencana hidrometeorologi yang menghantam wilayah ini menyebabkan kerusakan masif 58 ruas jalan rusak, 18 jembatan ambruk, 770 rumah hancur, serta puluhan fasilitas umum seperti sekolah dan sumber air terganggu.
Dalam dialog hangat dengan pengungsi di Gereja HKBP Sibalanga, Wapres Gibran menegaskan janji tegas. “Rumah-rumah yang rusak akan segera dibangun kembali oleh Pak Presiden, Pak Gubernur, dan Pak Bupati. Lokasinya sudah dipastikan aman di kecamatan yang sama. Infrastruktur, lahan pertanian, dan perkebunan juga akan kita pulihkan secepatnya,” ujar Gibran.
Beliau juga menekankan prioritas khusus bagi kelompok rentan anak-anak, lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui. “Makanan, kesehatan, dan obat-obatan untuk mereka tidak boleh sampai kurang. Pak Bupati dan Pak Gubernur, tolong ini jadi prioritas utama,” ujar Gibran dengan penuh empati.
Bupati Tapanuli Utara Jonius TP Hutabarat menyampaikan keluhan warga terkait akses jalan desa-kecamatan yang masih terputus di setidaknya 7 desa. Hal ini menyulitkan pemasaran hasil pertanian, terutama di musim durian. Pemerintah daerah berharap perhatian ekstra untuk mempercepat pemulihan konektivitas ini.
Usai Gereja HKBP Sibalanga, rombongan melanjutkan kunjungan ke Gereja GKPI Pearaja Tarutung, sambil membagikan bantuan berupa logistik makanan, perlengkapan tidur, obat-obatan, mainan anak-anak, serta kebutuhan gereja.
Kunjungan ini menjadi penyemangat bagi korban yang masih berjuang pulih dari trauma bencana besar yang menewaskan ratusan jiwa dan mengungsikan puluhan ribu orang di Sumatera Utara. Pemerintah menunjukkan kehadiran nyata dari bantuan darurat hingga rencana rekonstruksi jangka panjang. (Rel)