Heboh Pungli di Sidebuk Debuk! Bobby Nasution Geram, 45 Personel Dikerahkan Jaga 24 Jam
MEDAN – Pemandian air panas Sidebuk Debuk di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang seharusnya menjadi primadona wisata, justru menorehkan noda kelam.
Praktik pungutan liar (pungli) yang merajalela di jalur masuk kawasan wisata ini membuat Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, naik pitam. Ia pun mengeluarkan ultimatum tegas dan mengerahkan personel gabungan untuk berjaga 24 jam penuh.
Bobby menyoroti masih maraknya oknum yang memungut uang secara ilegal kepada wisatawan yang hendak menikmati keindahan alam Karo.
“Satpol PP sudah melaporkan dan mendapatkan nama-namanya. Sudah pernah diamankan. Cuma ketika diamankan dilepas lagi karena alasan kurang barang bukti,” ujar Bobby di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (30/6/2026).
Ironisnya, identitas para oknum sudah diketahui, bahkan beberapa kali diamankan, namun kembali berkeliaran karena kendala hukum.
Bukan sekadar meminta uang, aksi premanisme pun terjadi. Bobby mengaku menerima banyak laporan bahwa oknum tidak hanya memungut biaya, tetapi juga mengintimidasi dan mengancam pengunjung.
Baca Juga : Sidebuk Debuk Resmi Bebas Pungli! Satpol PP Sumut Patroli 24 Jam, Wisatawan Banjir!
“Sudah banyak masyarakat yang mengeluh. Bahkan ada yang diancam. Saya rasa ini perlu menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Yang mengejutkan, Bobby Nasution mengaku pernah merasakan sendiri pahitnya menjadi korban pungli di kawasan tersebut. Saat berlibur bersama keluarga tanpa protokoler, ia dan keluarganya dipungut berkali-kali.
“Saya juga pernah datang ke sana (Sidebuk-debuk) acara tidak resmi, sama anak-anak dan istri saya ke sana. Karena nggak pakai perangkat, nggak pakai apa-apa, ya bayar, bayar juga,” curhat Bobby.
Ia menggambarkan betapa absurdnya praktik ini. Belok kanan pertama bayar, belok kiri pertama bayar, belok kanan kedua bayar, belok kiri masuk ke tempat wisata bayar. Tiap mereka nginjak rem, mereka bayar. Itu baru untuk kendaraannya saja, mereka baru mau berendam, bayar lagi.
Pengalaman pribadi ini membuatnya semakin bersemangat memberantas praktik tersebut hingga tuntas.
Polemik ini bermula dari viralnya video seorang kreator konten berinisial DA yang mengeluhkan pungutan berlapis di jalur menuju lokasi wisata.
“Dua kali, bagaimana mau wisata Karo bagus, kalau banyak kali pengutipan,” ujar DA dalam video yang telah ditonton jutaan kali.
Bobby menilai persoalan ini tidak bisa sepenuhnya disalahkan kepada masyarakat. Sebab, sebelumnya pemerintah daerah juga melakukan pungutan langsung kepada pengunjung, sehingga masyarakat menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang lumrah.
“Tidak sepenuhnya salah masyarakat, karena sebelumnya Pemda juga melakukan pungutan, jadi masyarakat belajar dari situ. Tetapi sekarang coba kita benahi, dan kita tidak ingin tempat wisata ini bernasib sama dengan Siosar,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar destinasi wisata Karo tidak bernasib seperti Siosar yang dulu ramai kini sepi pengunjung.
Pemerintah Provinsi Sumut tidak tinggal diam. Bobby menawarkan dua opsi penyelesaian. Opsi pertama adalah menghentikan seluruh penarikan retribusi langsung kepada pengunjung dan membebankannya kepada pelaku usaha melalui penyesuaian harga tiket masuk, penginapan, dan parkir. Opsi kedua adalah tetap memberlakukan retribusi dengan pengelolaan lebih ketat.
Setelah berdiskusi dengan Bupati Karo Antonius Ginting, Bobby memilih opsi pertama. “Kita sudah komitmen tidak ada lagi pungutan kepada pengunjung. Ini menjadi langkah awal untuk menaikkan kelas objek pariwisata kita, kemudian akses yang lebih mudah juga sangat penting,” tegas Bobby.
Atas arahan Bobby, 45 personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan 24 jam di akses masuk kawasan wisata sejak Jumat malam, 26 Juni 2026. Mereka terdiri dari 25 personel Satpol PP Provinsi Sumut dan 20 personel Satpol PP Kabupaten Karo, ditempatkan di tiga pos strategis.
Pada awal pelaksanaan, ketegangan sempat terjadi. Oknum masih nekat melakukan pungli, bahkan mengintimidasi pengunjung, mengancam menggunakan senjata tajam, hingga melempari kendaraan wisatawan.
Namun, Satpol PP bertindak tegas menghentikan seluruh aktivitas pungli dan memberikan peringatan keras.
Kepala Satpol PP Sumut, Moettaqien Hasrimy, memastikan praktik pungli berhasil dihentikan. “Kami juga memastikan kembali bahwa kegiatan pungli tidak lagi ada, dan hasilnya sudah tidak ada,” ujarnya. (Rel)