Kawal Sensus Ekonomi 2026, Wali Kota Medan: “Data yang Terkumpul Akan Menentukan Nasib Kebijakan Negara!”

84

MEDAN – Hari ini jadi babak baru bagi masa depan ekonomi Indonesia. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, resmi melepas 1.547 petugas Sensus Ekonomi 2026 dalam apel siaga yang digelar di Lapangan Balai Desa, Kecamatan Medan Helvetia.

Tak sekadar seremoni, pelepasan ini adalah deklarasi perang terhadap ketidakpastian data.

Dengan disematkannya tanda petugas secara simbolis, Rico Waas menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukanlah agenda biasa.

“Ini adalah upaya negara untuk memahami denyut nadi perekonomian yang sesungguhnya. Data yang terkumpul akan menjadi fondasi utama penyusunan kebijakan demi kesejahteraan rakyat,” ujarnya di hadapan ribuan aparat dan forkopimda.

Mengapa Medan begitu krusial? Karena sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia, kota ini menyimpan kompleksitas luar biasa dari jutaan UMKM, pergerakan ekonomi kreatif digital, hingga industri-industri besar.

Baca Juga : Rico Waas & Kemenkeu Gaspol! UMKM Medan Siap Tembus Pasar Dunia, Belawan Jadi Primadona Baru

“Jika data dari Medan keliru, maka kebijakan ekonomi tingkat nasional bisa ikut meleset,” tegas Rico. Maka ia pun berkomitmen menghadirkan potret ekonomi mutakhir, lengkap, dan akurat.

Pesan Moral untuk Petugas: Wajah Negara di Mata Masyarakat

Dalam amanatnya, Rico menyelipkan empat pesan penting yang membuat suasana haru sekaligus membakar semangat:

1. Petugas adalah representasi negara – bukan sekadar pencatat, tapi pembawa amanah besar.
2. Tanggung jawab moral – catat kondisi riil tanpa rekayasa, sekecil apa pun.
3. Kualitas > kecepatan – lebih baik teliti daripada cepat tapi salah.
4. Angka hari ini = penentu kebijakan esok – setiap digit memiliki konsekuensi nasional.

“Tunjukkan bahwa kepercayaan negara dapat dijaga dengan kerja keras, integritas, dan profesionalisme,” pesan Rico.

Tak lupa, ia juga meminta para pelaku usaha dan masyarakat Medan untuk jujur dan terbuka saat didatangi petugas.

“Petugas yang baik tidak hanya mencatat data, tetapi menjaga amanah bangsa. Karena di balik setiap angka, ada keputusan besar yang menentukan masa depan Indonesia.”

Kepala BPS Kota Medan, Hafsyah Aprillia, merinci bahwa sensus ini berlangsung dalam dua periode. Pertama, untuk usaha skala besar dilakukan secara mandiri sejak 1 Mei 2026. Kedua, untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara door to door dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

“Kami turunkan 1.341 petugas lapangan sensus door to door, 177 pengawas lapangan, plus tim khusus usaha besar terdiri dari 23 petugas dan 6 pengawas,” jelas Hafsyah. Total 1.547 orang siap menyisir setiap sudut Medan.

“Partisipasi masyarakat menentukan kualitas data dan keberhasilan sensus ini,” pungkas Hafsyah.

Maka, jika ada petugas yang mengetuk pintu atau warung Anda, jangan ragu. Satu jawaban jujur dari Anda bisa menjadi pijakan kebijakan yang membawa Medan dan Indonesia melompat lebih jauh. (Rel)