Dari Soto Medan Hingga Sister City: Wakil Wali Kota dan Konsul Jepang Siapkan Kolaborasi Dahsyat!

93

MEDAN – Ada yang beda di Jalan Imam Bonjol, Kamis (7/5/2026) sore. Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti pertemuan antara Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, dengan Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru.

Bukan sekadar basa-basi, pertemuan ini justru membuka pintu besar kolaborasi strategis antara Kota Medan dan Negeri Sakura.

Dalam obrolan yang berlangsung santai namun serius itu, dua tokoh ini membahas peluang kerja sama di berbagai sektor vital: pendidikan, pariwisata, budaya, kebersihan kota, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Tapi ada satu agenda yang paling menghentak menghidupkan kembali hubungan Sister City antara Medan dan Kota Ichikawa, Jepang. Termasuk program pertukaran pelajar yang sempat jaya di masa lalu.

Furugori Toru, yang genap 10 bulan bertugas di Indonesia, mengaku sangat bahagia bisa membangun komunikasi produktif dengan Pemko Medan. “Harapan kami, hubungan Jepang dan Kota Medan bisa terus berkembang dengan baik,” ujarnya.

Menurut Furugori, Sister City bukan hanya sekadar simbol. Ini adalah ruang nyata untuk berbagi pengalaman dalam administrasi kota, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan kawasan perkotaan.

Bayangkan, budaya kebersihan ala Jepang yang mendunia, sistem pendidikan disiplin, serta pelayanan publik super ramah itu semua bisa masuk ke Medan!

Baca Juga : Raksasa Jepang Incar Sumut! Pemprov Tawarkan KEK Sei Mangkei dan BRT untuk Dorong Investasi Rp15 Triliun

Namun, ada momen paling menarik yang berpotensi bikin warganet ngiler. Furugori memuji kuliner Medan, terutama Soto Medan. Dengan senyum lebar, dia menyebut rasa soto khas Medan sebagai “eksotis” dan sangat ia sukai.

“Masakan Kota Medan sangat menarik, terutama Soto Medan. Rasanya eksotis dan saya suka,” puji Furugori. Bisa dibilang, diplomasi rasa ini sukses mencuri perhatian.

Di sisi lain, Zakiyuddin Harahap tak menyembunyikan antusiasmenya. Dia melihat Jepang sebagai role model dunia dalam disiplin, kebersihan, dan tata kota.

“Kami ingin Medan belajar dari pengalaman Jepang, terutama membangun budaya kebersihan dan pelayanan publik,” tegasnya.

Tak hanya itu, Zakiyuddin juga ingin memanfaatkan momen ini untuk mempromosikan Medan ke kancah internasional. Targetnya? Menarik wisatawan Jepang menikmati kekayaan budaya dan kuliner Medan.

Beberapa destinasi unggulan yang siap menggoyang pasar global antara lain Istana Maimun, Masjid Raya Al Mashun, dan Tjong A Fie Mansion.

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah awal dari babak baru di mana Medan belajar dari Jepang, dan Jepang jatuh cinta pada Medan. Pertanyaannya, siapkah kita menyambut kolaborasi keren ini? Stay tuned, Medan! (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com