Mardohar Tambunan Resmi Pimpin RSUD Pirngadi Medan! Ini 5 Prioritas Revolusi Pelayanannya
MEDAN – Era baru pelayanan kesehatan di Kota Medan resmi dimulai! Mardohar Tambunan telah dilantik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Pirngadi Medan, rumah sakit rujukan tipe B milik Pemerintah Kota Medan.
Pengangkatan ini berdasarkan Surat Perintah No. 800.1.11.1/156 yang ditandatangani Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, pada 2 Februari 2026. Mardohar mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Suhartono, yang mengundurkan diri pada akhir Januari lalu.
“Benar, saya telah ditunjuk sebagai Plt Dirut RSUD Pirngadi Medan. Ini adalah amanah dan tantangan besar,” ujar Mardohar dengan penuh semangat saat dikonfirmasi.
Gerak Cepat dan Rapat Perdana yang Produktif
Bukti keseriusannya langsung terlihat. Hanya hitungan jam setelah penunjukan, Mardohar langsung memimpin rapat perdana yang melibatkan seluruh wakil direktur dan jajaran manajemen inti RSUD Pirngadi. Rapat ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah brainstorming intensif untuk merancang peta jalan perbaikan.
“Sesuai arahan langsung dari Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, target kita sangat jelas: pelayanan di RS Pirngadi harus melompat lebih tinggi, lebih cepat, dan lebih manusiawi dibanding sebelumnya,” tegas Mardohar dalam penjelasannya.
Mengungkap 5 Pilar Prioritas Revolusi Pelayanan
Dari hasil rapat tersebut, terpetakan lima pilar utama yang akan menjadi fokus kerja Mardohar Tambunan dalam memimpin RSUD Pirngadi Medan:
1. Revolusi SOP dan Digitalisasi Layanan
Mardohar menyatakan sedang menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang lebih ketat, terintegrasi, dan berbasis teknologi. Tujuannya, memangkas birokrasi, mengurangi waktu tunggu pasien, dan menciptakan alur pelayanan yang terstruktur dari pendaftaran hingga pulang.
“Kita akan evaluasi semua titik yang menyebabkan kelambatan. Pelayanan harus cepat, tepat, dan paperless jika memungkinkan,” imbuhnya.
2. Transformasi Total Sumber Daya Manusia (SDM)
Ini adalah jantung dari perubahan. Mardohar menyadari bahwa teknologi secanggih apapun tidak akan efektif tanpa SDM yang kompeten dan berempati.
“Pembenahan SDM adalah prioritas absolut. Kita akan gelar pelatihan berlapis, tidak hanya skill teknis medis, tapi yang terpenting adalah soft skill komunikasi dan keramahan. Setiap pegawai, dari satpam hingga dokter spesialis, adalah wajah pelayanan rumah sakit,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan keuntungan strategis dengan berkantornya Wakil Wali Kota Medan di kompleks yang sama, yang akan mempermudah koordinasi dan pemantauan program pembinaan ini.
3. Jaminan Ketersediaan Obat dan Alkes
Kekecewaan pasien karena obat tidak tersedia akan menjadi perhatian serius. Mardohar berjanji untuk merevisi sistem logistik dan pengadaan.
“Kita akan buat SOP early warning system untuk stok obat. RSUD Pirngadi tidak boleh lagi kehabisan obat-obatan esensial. Kerja sama dengan BPJS dan supplier juga akan kita optimalkan,” tuturnya dengan komitmen tinggi.
4. Peningkatan Kemitraan dan Layanan Rujukan
Sebagai rumah sakit daerah, kemitraan dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas, Klinik) dan RS swasta akan diperkuat. Sistem rujukan yang lebih smooth dan terkomputerisasi menjadi target, sehingga pasien tidak berbelit-belit.
5. Transparansi dan Komunikasi Publik
Mardohar berencana membuka kanal umpan balik yang lebih responsif untuk masyarakat.
“Kami ingin mendengar langsung keluhan dan saran. Akan ada media sosial khusus layanan pengaduan dan mungkin open day rutin dimana masyarakat bisa bertemu pimpinan,” ucapnya.
Dengan kelima pilar strategis ini, kepemimpinan Mardohar Tambunan di RSUD Pirngadi Medan menjanjikan sebuah transformasi yang menyeluruh.
Dukungan penuh dari pimpinan Kota Medan menjadi modal politik yang kuat. Masyarakat pun menantikan realisasi dari semua rencana baik ini, mengharapkan RSUD Pirngadi benar-benar menjadi rumah sakit kebanggaan yang mengutamakan kepuasan dan keselamatan pasien. (FD)