MEDAN – Tawuran antar warga di Medan Belawan kian memprihatinkan. Anggota DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah, angkat bicara menyerukan aksi penyelamatan bagi anak-anak usia 10-17 tahun yang menjadi korban dan pelaku tawuran.
2
“Saya prihatin, anak-anak Belawan seharusnya belajar di sekolah, tapi malah terjerumus dalam pergaulan bebas dan tawuran,” tegas Bahrumsyah kemarin.
Akar Masalah: Anak Putus Sekolah & Minim Fasilitas
Bahrumsyah mengungkap, kurangnya perhatian orang tua dan fasilitas pendidikan yang terbatas menjadi pemicu utama. Di Medan Belawan, hanya ada 1 SMP dan 1 SMA Negeri, sementara biaya sekolah swasta tak terjangkau. Akibatnya, banyak anak putus sekolah dan terlibat tawuran serta narkoba.
“Jika dibiarkan, 10-20 tahun lagi kita kehilangan generasi emas. Mereka tak akan jadi pemimpin masa depan,” tegas politisi PAN ini.
Solusi Konkret: Daerah Khusus & Beasiswa Pendidikan
Bahrumsyah mendorong Pemko Medan untuk:
– Jadikan Belawan sebagai daerah khusus dengan program khusus anak.
– Perbanyak beasiswa untuk SD, SMP, dan SMA.
– Bangun sarana olahraga sebagai rumah kedua yang positif.
– Data akurat anak putus sekolah untuk penanganan tepat.
“Ini bukan hanya soal hukum, tapi pembinaan nyata dari semua pihak,” tegasnya.
Dampak Sosial: Pengangguran & Narkoba Mengintai
Anak putus sekolah di Belawan berpotensi jadi pengangguran dan terlibat jaringan narkoba. Bahrumsyah khawatir, tanpa intervensi cepat, masalah sosial ini akan semakin meluas.
Ayo Selamatkan Anak Belawan
Dukung langkah nyata Pemko Medan dan DPRD untuk hentikan tawuran dan berikan masa depan cerah bagi generasi muda Belawan! (FD)