Pemko Medan Tegaskan Komitmen Hidup Inklusif & Harmonis: Wali Kota Rico Waas Ajak Warga Rayakan Perbedaan dengan Damai di Perayaan Waisak 2570

81

MEDAN – Di tengah hiruk-pikuk kota yang dikenal sebagai miniatur Indonesia, Pemerintah Kota Medan mengambil sikap tegas: keberagaman bukan penghalang, melainkan kekuatan utama membangun kehidupan yang inklusif, harmonis, dan penuh toleransi.

Komitmen itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Waas, saat menghadiri Perayaan Waisak 2570 BE yang digelar Yayasan Vihara Maitreya Medan. Acara berlangsung khidmat di Tiara Convention Center, Jalan Cut Mutia, Minggu (10/5/2026). Turut mendampingi, Ketua TP PKK Kota Medan, Airin Rico Waas.

Tidak hanya Waisak, malam itu juga dirangkai dengan peringatan Hari Ibu Internasional serta ulang tahun ke-22 penyelenggara kegiatan — sebuah simbol bahwa semangat kebersamaan bisa tumbuh lintas perayaan dan lintas generasi.

“Kita hidup berbeda-beda. Berbeda agama, suku, warna kulit, dan keturunan. Tapi kami berharap di Kota Medan ini kita bisa terus hidup berdampingan, saling menyayangi, dan saling membantu,” ujar Rico Waas di hadapan ribuan umat Buddha yang hadir.

Baca Juga : Perayaan Waisak 2025 di Medan Berjalan Aman, Kapolrestabes Kombes Gidion Pantau Langsung Vihara Prioritas

Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Di belakangnya, Pemko Medan telah menjalankan berbagai program berbasis masyarakat, mulai dari rumah ibadah yang didukung secara lintas iman, hingga ruang dialog antarkomunitas. Kota Medan yang dulu kerap diuji dengan konflik horizontal, kini perlahan menjelma laboratorium kerukunan.

Menurut Rico, hidup akan terasa damai jika masyarakat mampu mengedepankan semangat tolong-menolong dan saling menghargai.

Namun ia tidak menampik, masih banyak persoalan sosial yang muncul dari rasa iri, perpecahan, hingga konflik berkepanjangan.

“Kadang kita melihat ada yang saling ribut, saling caci, bahkan sampai terjadi perang di dunia ini. Karena itu, Waisak harus menjadi momentum untuk menghadirkan kedamaian dalam diri dan kehidupan kita,” tegasnya.

Yang menarik, Wali Kota juga menegaskan posisi Pemko Medan bukan sebagai penguasa yang jauh dari rakyat, melainkan bagian dari masyarakat itu sendiri.

“Kami adalah saudara bagi seluruh masyarakat Kota Medan. Kesulitan masyarakat juga menjadi kesulitan kami,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada konsistensi penyelenggara yang selama 22 tahun berturut-turut menjalankan kegiatan keagamaan dan sosial.

Bukan hal mudah, karena dibutuhkan komitmen, keteguhan, dan semangat kebersamaan yang luar biasa.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang terus membawa semangat kebaikan dan kebajikan untuk masyarakat,” tambahnya.

Acara yang juga dihadiri tokoh-tokoh lintas negara seperti Venerable Man Sheng, Venerable Hui Xian (Huei Hsuen) dari AS, Venerable Xin Shou dari Taiwan, Venerable Cueh Lien, serta perwakilan Kemenag Sumut, Walubi Kota Medan, Dharma Wanita, dan seluruh pimpinan perangkat daerah Pemko Medan itu berlangsung meriah dan penuh kedamaian.

Di akhir pidatonya, Rico Waas secara resmi membuka Perayaan Waisak 2570 BE dengan harapan: nilai-nilai kedamaian dan toleransi terus tumbuh subur di bumi Medan. Karena kota yang nyaman adalah kota yang memberi ruang bagi semua kalangan. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com