Rico Waas Lantik Dewan Hakim MTQ ke-59: “Jangan Nilai karena Kedekatan Sosial, Tapi karena Kedekatan kepada Allah”
MEDAN – Suasana khidmat sekaligus tegang menyelimuti Gedung Serbaguna PKK Kota Medan, Jalan Rotan, Jumat sore itu. Bukan tanpa alasan. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik Dewan Pengawas dan Dewan Hakim untuk Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-59 tingkat Kota Medan.
Pelantikan yang didampingi Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap dan Sekda Wiriya Alrahman ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah momen krusial yang akan menentukan kualitas generasi qori-qoriah masa depan Medan. Mengapa? Karena mereka yang dilantik inilah yang akan duduk sebagai juri dalam lomba yang digelar 11-18 April 2026.
Bukan Sekadar Juri, Ini Penentu Masa Depan
Di hadapan para dewan hakim, Rico Waas tak memberi ruang basa-basi. Dengan tegas ia mengingatkan bahwa posisi mereka sangat krusial. Penilaian yang meleset sedikit saja terutama pada aspek hukum tajwid dan makharijul huruf bisa mengubah takdir seorang qari muda.
“Menjadi Dewan Hakim bukanlah hal yang mudah. Perlu ketelitian, kepekaan, dan komitmen tinggi terhadap keadilan. Peran kalian strategis dalam menentukan masa depan generasi muda pecinta Al-Qur’an di Kota Medan,” ujar Rico dengan nada penuh penekanan.
Lalu, ia menyentil dengan kalimat yang langsung menyentak ruangan: “Jangan karena kedekatan sosial, tetapi buatlah penilaian berdasarkan kedekatan kepada Allah SWT.”
Satu pesan moral yang jika diabaikan, akan melahirkan juara karena “kenalan”, bukan karena kualitas tilawah. Rico mengingatkan, amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi melahirkan generasi Qurani yang sesungguhnya.
Tak hanya aspek spiritual dan keadilan, Rico Waas juga menunjukkan sisi kepemimpinan modern yang sangat concern pada detail teknis. Dia menyoroti kualitas sound system. Menurutnya, suara yang jernih bukan hanya kenyamanan, tapi kebutuhan mutlak.
“Sound system yang baik sangat penting karena berkaitan langsung dengan kejelasan bacaan peserta. Hal kecil seperti ini bisa menimbulkan perbedaan penilaian jika tidak diperhatikan dengan baik,” ungkapnya. Sinergi antara teknisi audio dan keahlian hakim harus berjalan mulus. Jika tidak? Perdebatan panjang tak perlu terjadi.
Tema Unik: Terinspirasi Surah An-Nisa Ayat 59
Yang membuat MTQ ke-59 ini semakin menarik adalah temanya. Bukan tema biasa, Rico Waas mengusung inspirasi dari Surah An-Nisa ayat 59. Angka 59 sengaja diselaraskan dengan tahun pelaksanaan MTQ ke-59. Genius, sekaligus penuh pesan.
“Tema ini bukan sekadar cocok-cocokan angka, tapi mengandung pesan mendalam tentang membangun ketaatan yang hakiki kepada Allah dan Rasul-Nya. Harapan saya, MTQ kali ini menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali kepada Al-Qur’an dalam menyelesaikan setiap permasalahan hidup,” pungkasnya.
Acara pelantikan yang ditandai dengan pemakaian toga kepada dewan pengawas dan hakim ini juga dihadiri Kakankemenag Kota Medan, Impun Siregar, perwakilan MUI Medan, Ketua Baznas, serta seluruh pimpinan perangkat daerah.
Dengan standar penilaian yang bersih, teknis mumpuni, dan pijakan wahyu yang kuat, MTQ ke-59 Kota Medan diprediksi akan menjadi ajang pencarian bakat terbaik yang lahir dari rahim keadilan. Bukan sekadar juara, tapi juara yang hafal dan menghayati Al-Qur’an. (Rel)