Tangis Haru Ibu Suci di Hadapan Wali Kota, Ungkap Derita Bertahun-tahun Diterjang Banjir

45

MEDAN – Dihadapan Wali Kota Medan, Rico Waas, Suci, warga Ladang Bambu, Medan Tuntungan, tak kuasa menahan tangis. Suaranya tercekat menyampaikan keluh kesah yang telah lama dipendam: banjir yang telah merenggut hartanya dan mengusik ketenangan hidupnya.

Dalam kegiatan ‘Sapa Warga’ di Taman Sakura Indah, Sabtu (22/11/2025), Suci bercerita bahwa banjir setinggi pinggang orang dewasa sudah menjadi “tamu langganan” di rumahnya. Ia bahkan harus rela mengungsi berulang kali dan mengganti perabotan rumah hingga tiga kali karena rusak diterjang air dan lumpur.

“Rumah itu satu-satunya harta saya. Saya tidak menyalahkan siapapun, tapi Alhamdulillah hari ini bisa bertemu dan mengadu langsung kepada Bapak Wali Kota. Saya hanya berharap ada solusi,” ujarnya dengan haru.

Akar Masalah: Pembangunan yang Mengubah Aliran Air?
Suci menduga, masalah banjir berawal sejak pembangunan Balai Benih Ikan Kota Medan yang menggantikan area persawahan. Ia sudah mengikhlaskan tanahnya 1,5 meter untuk parit, namun itu belum cukup. “Air dari lingkungan sekitar kini mengalir ke rumah saya,” keluhnya.

Keluhan serupa datang dari Ponidi, Ketua Komplek Taman Sakura Indah. Ia menyebut banjir telah menjadi momok selama lebih dari 20 tahun dan semakin parah pasca pembangunan perumahan baru.

“Setiap hujan deras, banjir 20-30 cm pasti masuk. Jalan rusak, fasilitas olahraga terbengkalai, penerangan pun swadaya warga,” tambah Ponidi.

Solusi Konkret dari Rico Waas: Pemetaan Ulang dan Perbaikan Infrastruktur
Menanggapi keluhan warganya, Wali Kota Rico Waas langsung bergerak cepat. Didampingi sejumlah pimpinan daerah, ia menjanjikan langkah-langkah strategis:

1. Pemetaan Ulang Jalur Air: Tim teknis akan memetakan ulang saluran drainase untuk menemukan titik sumbatan dan penyempitan.
2. Membuka Aliran ke Sungai Belawan: Dieksplorasi opsi untuk membuka dan melancarkan aliran air menuju Sungai Belawan.
3. Pemasangan Gorong-Gorong Baru: Akan ditambah gorong-gorong baru untuk meningkatkan kapasitas tampung air.
4. Perbaikan Fasilitas Umum: Setelah banjir tertangani, fasilitas olahraga, penerangan jalan, dan jalan lingkungan yang rusak akan menjadi prioritas perbaikan.

“Kami perlu mendengar langsung dari Bapak/Ibu yang tinggal puluhan tahun di sini. Informasi dari wargalah yang membuat pekerjaan kami lebih tepat,” tegas Rico Waas.

Kedatangan Rico Waas yang blusukan dan mendengar langsung keluhan warga menuai apresiasi. A. Sianturi, salah seorang warga, menyampaikan kebanggaannya dan berharap komitmen ini segera diwujudkan dalam aksi nyata. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com