Terobos Rawa dan Barikade Ban Bekas, Polisi Hanguskan Sarang Narkoba ‘Serba Jadi’

149

MEDAN — Menjelang senja yang mulai gelap, langkah puluhan personel gabungan Satres Narkoba Polrestabes Medan bergerak seirama menuju Dusun I Serba Jadi, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Bukan sekadar operasi rutin, ini adalah misi penyelamatan sebuah upaya membongkar sarang yang selama ini mencemari masa depan generasi muda.

Namun, perjalanan menuju pusat kejahatan itu tidak mudah. Para pelaku telah menyiapkan ”benteng” berlapis untuk menghalau aparat.

Barikade kayu berdiri kokoh, tumpukan ban bekas menghalangi jalan, semak belukar lebat sengaja dibiarkan tumbuh liar, dan yang paling ekstrem: area rawa dipenuhi air dan lumpur yang harus diterobos petugas.

Ini bukan lagi sekadar penggerebekan ini adalah pertempuran melawan logistik dan medan yang dirancang untuk melumpuhkan nyali siapa pun yang mencoba masuk.

Operasi Gerebek Sarang Narkoba (GSN) ini merupakan bagian dari program strategis Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang digalakkan secara nasional.

Baca Juga : Polrestabes Medan Bongkar Jaringan Bandar Narkoba Kelas Kakap: Sita 10.447 Butir Ekstasi, 828 Vape, dan Rp 246 Juta

Dipimpin langsung oleh Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, tim tidak hanya menegakkan hukum mereka mengembalikan harapan yang nyaris direnggut oleh barang haram.

Dalam operasi yang berlangsung dramatis Jumat petang (17/7/2026) itu, petugas berhasil mengamankan tiga orang yang kini menjadi fokus penyelidikan:

· PP (28 tahun)
· F (50 tahun)
· S (58 tahun)

Peran ketiganya dalam jaringan peredaran narkotika masih terus didalami oleh tim penyidik. Namun yang sudah terungkap dari lokasi sungguh mencengangkan 7 paket sabu dengan berat total 29,84 gram, sejumlah alat hisap (bong) , plastik klip pembungkus, dan timbangan elektrik perlengkapan standar seorang pengedar.

Usai penggeledahan, seluruh barak narkoba dihancurkan dan dibakar di tempat. Langkah ini bukan sekadar simbolis ini adalah pesan tegas: tidak ada ruang bagi narkoba di kampung ini.

“Seluruh barak yang ada kami bumihanguskan, kami juga akan awasi tempat ini. Kami pastikan, bagaimana pun cara pelaku narkoba berkamuflase dan bertransformasi, kami tidak akan tinggal diam dan pasti akan kami ungkap,” tegas AKBP Rafli Yusuf Nugraha.

Kawasan yang telah “dibersihkan” ini akan terus dipantau. Jika aktivitas serupa kembali muncul, operasi GSN akan digelar lagi—tanpa kenal lelah.

Di balik setiap penggerebekan, ada narasi besar yang tak terlihat: harapan. Harapan agar tidak ada lagi anak-anak yang kehilangan masa depan karena narkoba, tidak ada lagi keluarga yang hancur akibat candu, dan tidak ada lagi kampung yang dicap sebagai sarang kejahatan.

“Sejatinya, perang melawan narkoba bukan hanya tentang menangkap pelaku, melainkan tentang menjaga kehidupan, merawat harapan, dan memastikan cahaya masa depan tetap menyala bagi generasi penerus bangsa,” pungkas AKBP Rafli.

Operasi di Dusun I Serba Jadi ini membuktikan bahwa perang melawan narkoba adalah perang peradaban sebuah pertempuran yang tak pernah usai, tapi harus terus dimenangkan. (FD)