Terungkap! Cekcok Kerap Terjadi, Gunting Ditemukan Menancap di Leher Korban Tewas di Sei Rotan
MEDAN – Tragedi pembunuhan berdarah yang menewaskan AS di Desa Sei Rotan semakin mengerikan setelah terungkapnya detail baru dari saksi mata. Sebuah gunting ditemukan menancap di leher korban, mengindikasikan tingkat kekejaman yang tinggi dalam peristiwa ini.
Sebelum insiden, rumah bercat hijau di Gang Tarigan itu dikenal sebagai tempat yang kerap dilanda keributan. Dwi Arianto, salah seorang tetangga, mengaku sering mendengar suara cekcok dari dalam rumah kontrakan itu.
“Kami sering dengar mereka bertengkar, tapi itu terlihat seperti cekcok biasa saja. Mereka bertiga, AS, RK, dan anak RK, hanya menyewa rumah itu,” kata Dwi, Jumat (7/11/2025).
Namun, pagi yang tenang itu justru menyimpan kengerian. Dwi menduga kuat insiden pembunuhan ini terjadi pada subuh hari.
“Tidak ada suara ribut dari pagi. Tiba-tiba ada yang minta tolong untuk memanggil bidan. Begitu kami masuk, korban (AS) sudah tergeletak tak bernyawa dengan sebuah gunting masih menancap di lehernya. Sangat memilukan. Mungkin kejadiannya sejak subuh,” tuturnya, menggambarkan situasi mencekam yang ia saksikan.
Meski fakta-fakta mengerikan ini mulai terungkap dari kesaksian warga, pihak kepolisian masih menutup rapat informasi penyidikan. Kapolsek Medan Tembung, AKP Ras Maju Tarigan, belum memberikan konfirmasi atau jawaban terkait temuan gunting dan indikasi penyebab kematian AS ketika dikonfirmasi.
Seperti diberitakan sebelumnya, AS ditemukan tewas bersimbah darah di kamarnya, sementara seorang perempuan lain—diduga RK—dilarikan ke rumah sakit dengan luka serius.
Kini, dengan terungkapnya senjata tajam yang digunakan, publik menanti tindak lanjut penyidikan polisi untuk menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik pembunuhan sadis ini. (FD)