Dibalik Turap Miga-Lolowua: Saat Birokrasi Turun Gunung, Janji Pembangunan di Nias Bukan Sekadar Seremonial
GUNUNGSITOLI – Ada yang berbeda dari kepemimpinan Bobby Nasution-Surya di Sumatera Utara. Untuk pertama kalinya dalam 78 tahun sejarah provinsi ini, seorang gubernur dan wakilnya benar-benar berkantor di Kepulauan Nias—bukan sekadar kunjungan seremonial.
Program “Berkantor di Kepulauan Nias” yang digulirkan selama tiga bulan berturut-turut ini adalah gebrakan yang mengubah cara pemerintah hadir di tengah masyarakat terpencil.
Senin (10/8/2026), giliran Wakil Gubernur Surya yang melanjutkan estafet kepemimpinan di Bumi Tano Niha.
Begitu mendarat, ia langsung menuju ruas jalan provinsi Miga–Lolowua, meninjau pembangunan turap atau bronjong yang menjadi penyelamat bagi pengguna jalan di kawasan rawan longsor.
Bukan tanpa alasan titik ini diprioritaskan. Sepanjang ruas Miga–Lolowua terdapat sembilan titik longsor yang membahayakan keselamatan warga sekaligus mengganggu jalur distribusi ekonomi.
Jalan ini adalah tulang punggung konektivitas antara Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Barat.
Kini, dengan anggaran infrastruktur Kepulauan Nias yang mencapai Rp500 miliar pada 2026, Pemprov Sumut bergerak cepat. Target penyelesaian proyek bronjong ini hanya tiga bulan—sebuah komitmen yang dipegang teguh.
Baca Juga : Gubsu Bobby & Komisi D ‘Ngantor Bareng’ di Nias
“Prinsipnya kita ingin pembangunan infrastruktur ini tepat waktu. Sebagaimana pesan Pak Gubernur Bobby Nasution pada agenda Berkantor di Kepulauan Nias untuk memastikan pembangunan berjalan optimal,” tegas Surya.
Namun Surya tak berhenti di infrastruktur fisik. Selama berkantor di Nias, ia juga akan meninjau rehabilitasi sekolah dan menggencarkan program Universal Health Coverage (UHC) bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Kepulauan Nias.
Langkah ini selaras dengan visi besar Bobby Nasution: menarik Nias keluar dari status daerah tertinggal yang masih melekat pada empat kabupaten di kepulauan ini.
Warga pun merasakan perubahan nyata. Grace Zebua, warga Gunungsitoli, berharap seluruh jalan rusak di Nias segera terselesaikan.
“Semoga masyarakat bisa nyaman,” katanya. Johan, pengendara yang rutin melintasi Miga–Lolowua, mengaku kondisi jalan kini jauh lebih baik.
“Jalan sudah bagus, tinggal bronjong ini. Semoga cepat selesai, sehingga kita tidak lagi was-was,” ujarnya.
Kehadiran Pemprov Sumut di Nias didampingi Asisten Administrasi Umum Muhammad Suib, Staf Ahli Gubernur Alfi Syahrizal, dan Kepala Dinas Sosial Ady Putra. (Rel)