Pelayanan Publik Bukan Soal Nilai A, Wali Kota Medan: “Kalau Masyarakat Mengeluh, Kerja Kita Belum Maksimal!”
MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan teguran keras kepada seluruh jajaran Pemkot! Peringatan ini ia sampaikan dalam Rapat Kerja Pembangunan Kota yang fokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Meski meraih nilai A untuk kinerja pelayanan publik di 2025, Rico Waas menegaskan bahwa penghargaan itu tak berarti apa-apa jika masyarakat masih merasakan kesulitan.
“Penilaian sesungguhnya bukan di atas kertas, tapi dari senyum dan kepuasan masyarakat. Kalau masyarakat masih mengeluh, artinya kerja kita belum maksimal,” tegasnya di hadapan para pimpinan Perangkat Daerah dan Camat.
Rico Waas menekankan bahwa pelayanan publik bukan semata urusan prosedur teknis, tetapi menyangkut sumber daya manusia, komunikasi, dan empati.
Ia menegaskan, yang terpenting bukan hanya apa yang diberikan pemerintah, tetapi bagaimana layanan itu dirasakan oleh warga.
“Kita tidak bisa bekerja seperti robot. Kita harus adaptif, mau mendengar, dan melayani dengan empati,” ucapnya.
Wali Kota juga menekankan pentingnya integrasi dan koordinasi antar dinas. Masing-masing unit diharapkan tidak berjalan sendiri, melainkan membangun pola kerja bersama untuk menciptakan pelayanan yang utuh dan tanpa birokrasi berbelit.
Dalam rapat tersebut, sejumlah dinas seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Dinas Kesehatan memaparkan capaian dan rencana aksi 2026. Paparan tersebut langsung dikritisi oleh Rico Waas untuk memastikan rencana tersebut benar-benar berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman, yang hadir menambahkan, setiap layanan harus memiliki SOP yang jelas dan kepastian bagi masyarakat. “Masyarakat hanya butuh kepastian agar mereka merasa puas,” tambahnya.
Pernyataan tegas Wali Kota Medan ini menjadi sinyal kuat bagi aparat untuk menggeser paradigma: dari sekadar memenuhi target administratif, menjadi benar-benar melayani dengan hati dan solutif.
Kepuasan warga adalah indikator terakhir dan terpenting dari kesuksesan pembangunan. (FD)