Prancis v Senegal, Saatnya Tuntaskan Luka Lama

535

MEDAN – Laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026 menghadirkan aroma sejarah yang kuat ketika Prancis berhadapan dengan Senegal di Stadion New York-New Jersey, East Rutherford, Rabu (17/6/2026).

Bagi Les Bleus, pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga pertemuan dengan lawan yang pernah menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.

Dua puluh empat tahun lalu, Senegal yang menjalani debut di Piala Dunia sukses menumbangkan juara bertahan Prancis 1-0 pada laga pembuka Piala Dunia 2002 melalui gol Papa Bouba Diop. Kekalahan itu menjadi awal dari kegagalan Prancis mempertahankan gelar dunia mereka.

Kini situasinya berbeda. Prancis datang sebagai salah satu favorit juara dengan skuad bertabur bintang. Pelatih Didier Deschamps yang menjalani turnamen terakhirnya bersama tim nasional Prancis diperkirakan tetap mengandalkan filosofi permainan yang seimbang antara penguasaan bola, transisi cepat, dan efektivitas serangan.

Nama-nama seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, hingga Adrien Rabiot menjadi tulang punggung permainan Les Bleus.

Deschamps menegaskan laga ini bukan soal balas dendam atas kekalahan pada 2002. Menurutnya, generasi pemain saat ini menghadapi tantangan yang sama sekali berbeda.

Di kubu Senegal, pelatih Pape Thiaw justru memiliki hubungan emosional dengan laga tersebut. Thiaw merupakan bagian dari skuad Senegal yang mengalahkan Prancis pada Piala Dunia 2002 dan kini memimpin negaranya dari pinggir lapangan.

Ia meyakini sepak bola Afrika telah berkembang pesat dan Senegal memiliki kualitas untuk bersaing dengan siapa pun.

Secara taktik, Senegal kemungkinan akan bermain lebih pragmatis. Dengan kekuatan fisik, kecepatan serangan balik, serta pengalaman pemain senior seperti Sadio Mane, Kalidou Koulibaly, dan Edouard Mendy, wakil Afrika itu diperkirakan menunggu momentum sebelum menghukum kesalahan lawan.

Baca Juga: Samuel Umtiti, Pahlawan Piala Dunia 2018 Prancis, Pensiun Dini di Usia 31

Prancis diprediksi mendominasi penguasaan bola sejak menit awal. Pergerakan Mbappe dari sisi sayap maupun area tengah akan menjadi ancaman utama bagi pertahanan Senegal.

Sementara Senegal kemungkinan mengandalkan blok pertahanan yang rapat dan transisi cepat melalui sektor sayap untuk memanfaatkan ruang yang ditinggalkan pemain-pemain Prancis saat menyerang.

Berdasarkan kualitas skuad, kedalaman pemain, dan pengalaman di level tertinggi, Prancis tetap berada satu tingkat di atas Senegal. Namun sejarah menunjukkan Senegal bukan lawan yang bisa diremehkan. Dari satu-satunya pertemuan kedua tim di Piala Dunia, Senegal justru keluar sebagai pemenang.

Laga diperkirakan berlangsung ketat pada babak pertama sebelum Prancis meningkatkan intensitas serangan setelah turun minum. Jika mampu meredam serangan balik Senegal, Les Bleus berpeluang mengamankan kemenangan.(RS)