Gila! Dua Kali Unggul, Selandia Baru Dipaksa Rungkad 2-2

119

LOS ANGELES – Pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 antara Selandia Baru dan Iran berakhir dengan skor 2-2 di Stadion Los Angeles, Selasa (16/6/2026) pagi WIB.

Drama empat gol terjadi di laga debut kedua tim yang berlangsung sengit sejak menit awal.

Selandia Baru langsung mengejutkan publik SoFi Stadium ketika pertandingan baru berjalan tujuh menit. Chris Wood mengirim umpan matang ke kotak penalti, dan Elijah Just menuntaskannya dengan sepakan voli keras yang membuat kiper Iran, Alireza Beiranvand, tak berdaya. Iran tertinggal 0-1.

Iran yang sempat menekan di awal laga justru kebobolan lebih dulu. Namun, tekanan terus dilancarkan. Upaya Mehdi Taremi nyaris membuahkan hasil pada menit ke-23, tetapi tembakannya hanya membentur tiang gawang.

Permainan keras dan cepat mewarnai sisa babak pertama. Callum McCowatt sempat melakukan tendangan salto yang mengancam pada menit ke-14, namun masih bisa diblok pemain Iran.

Baca Juga : Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia Dari Kekalahan

Gol penyama kedudukan akhirnya lahir di menit ke-32. Ramin Rezaeian memanfaatkan bola liar di mulut gawang setelah menerima umpan dari Shahriyar Moghanlou, lalu melepaskan sepakan rendah ke sudut gawang yang merubah skor menjadi 1-1 untuk Iran.

Menjelang turun minum, Iran sempat merayakan gol tambahan lewat sundulan Ali Nemati, namun wasit menganulirnya karena Nemati terlebih dahulu berada dalam posisi offside saat menerima umpan lambung dari Rezaeian. Babak pertama ditutup dengan skor sama kuat 1-1.

Iran membuka babak kedua dengan tempo tinggi seolah mengulang pola di awal laga. Namun justru Selandia Baru yang kembali unggul di menit ke-55 melalui kombinasi apik Chris Wood dan Elijah Just. Just yang menerima umpan terobosan Wood kembali menaklukkan Beiranvand. 2-1 untuk Selandia Baru!

Dengan brace-nya pada laga ini, Elijah Just mengukir namanya sebagai pencetak empat gol dalam satu pertandingan Piala Dunia 2026, menyamai torehan pemain-pemain sekelas B. Balogun, A. Ayari dan K. Havertz di partai-partai awal lainnya.

Tertinggal lagi, Iran meningkatkan intensitas serangan.Kurang dari 10 menit berselang tepatnya di menit ke-64, Mohammad Mohebi menjadi pahlawan bagi Team Melli.

Ia menyundul umpan silang matang dari Ramin Rezaeian yang kembali menunjukkan perannya sebagai aktor utama di lini serang Iran. Bola bersarang ke pojok gawang. Skor 2-2 kembali sama kuat!

Sisa pertandingan berlangsung semakin ketat, kedua tim sama-sama memiliki peluang namun tak ada gol tambahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Iran gagal memaksimalkan laga perdana untuk meraih kemenangan, sementara Selandia Baru gagal mengunci puncak klasemen Grup G setelah dua kali unggul gagal mempertahankan keunggulan.

Dengan hasil imbang ini, baik Iran maupun Selandia Baru masing-masing mengoleksi satu poin. Keduanya berbagi posisi puncak klasemen sementara Grup G dengan raihan poin yang sama setelah pertandingan-pertandingan lain di grup ini juga menyajikan drama serupa dengan hasil imbang lainnya.

Pertandingan ini merupakan pertemuan pertama kedua tim sejak laga uji coba tahun 2003. Iran yang tampil di Piala Dunia untuk ketujuh kalinya, dibayangi isu penolakan visa terhadap beberapa perwakilan mereka sehingga harus memindahkan markas latihan hingga membuat Ketua Umum mereka, Mehdi Taj, gagal hadir mendampingi tim.

Pelatih kepala Iran, Amir Ghalenoei, sebelum laga mengaku segala gangguan ini sedikit banyak menyita fokus timnya.

Sementara pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley, yang membawa The All Whites ke Piala Dunia setelah 16 tahun absen, bertekad untuk fokus pada permainan. Tim Oseania itu sempat mengancam penguasaan Grup G namun akhirnya gagal menuntaskan pekerjaan mereka. (Red)