Debut di Kandang : PSMS Medan Bidik Tiga Poin Perdana Hadapi Persiku Kudus

351

MEDAN – Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU) bukan sekadar venue. Malam ini, Minggu (20/9/2026), stadion kebanggaan warga Sumut itu akan menjadi saksi sebuah misi pembuktian.

PSMS Medan, sang Ayam Kinantan, mengawali kiprah kandangnya di Pegadaian Championship 2026/2027 dengan satu tujuan mutlak: meraih tiga poin perdana saat menjamu Persiku Kudus.

Laga ini bukan sekadar pekan kedua biasa. Ini adalah narasi kebangkitan setelah hasil pahit di Palembang. Pekan lalu, PSMS pulang dengan satu poin setelah ditahan imbang 2-2 oleh Sumsel United.

Padahal, Phillerson Oliveira dan Javier Siverio sempat membawa PSMS unggul 2-0. Namun, petaka datang: kartu merah kiper Rudi N Razak menjadi titik balik yang memaksa PSMS bermain dengan 10 pemain dan kehilangan kendali.

Kini, di hadapan pendukung sendiri, PSMS memiliki energi ekstra. Pelatih Eko Purdjianto menegaskan timnya telah melewati persiapan intensif selama enam hari pasca laga di Jakabaring.

Baca Juga : Evaluasi Pahit PSMS: 3 Kekalahan Beruntun dan 1 Pelajaran Emas untuk Liga 2 2026/2027

“Tim siap. Home pertama selalu spesial. Kami optimis, mudah-mudahan tiga poin,” tegas Eko dalam sesi jumpa pers, Sabtu (19/9/2026).

Menariknya, ini adalah pertemuan resmi pertama antara PSMS dan Persiku Kudus di kompetisi ini. Data I.League mencatat belum ada sejarah bentrok sebelumnya.

Persiku, yang juga mengawali musim dengan hasil imbang 1-1 melawan Adhyaksa FC, datang dengan status kuda hitam yang tak bisa diremehkan.

Eko Purdjianto pun menolak berandai-andai soal komposisi pemain asing Persiku. “Kami tidak mau anggap remeh. Setiap laga adalah final. Kami harus fight,” ujarnya, menegaskan bahwa fokus utama adalah kekuatan sendiri.

Absennya Rudi N Razak menjadi sorotan. Namun, Eko tenang. Ia memastikan tiga kiper lainnya telah disiapkan dan siap mengawal mistar gawang. “Mereka siap,” singkatnya.

Ada satu fakta statistik yang membuat laga ini semakin bergairah. Di bawah kepemimpinan Eko Purdjianto, PSMS belum pernah merasakan kekalahan di kandang pada musim lalu, hanya sekali seri.

Rekor ini menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk meneruskan tradisi positif tersebut.

Pemain muda PSMS, Rizdjar Nurviat, menyuarakan semangat yang sama. “Kami sudah punya komitmen. Pelajaran dari Palembang membuat kami lebih dewasa. Kami ingin menang di Stadion SUSU ini,” tegasnya.

Laga ini bukan hanya tentang tiga poin. Ini tentang mengembalikan kejayaan di rumah sendiri, membangun momentum, dan menunjukkan bahwa PSMS Medan adalah kekuatan yang harus diperhitungkan di Championship 2026/2027.

Akankah Ayam Kinantan berkokok kencang malam ini? Kick-off pukul 15.30 WIB akan menjadi jawabannya. (FD)