PSMS Medan Bangkit Tekuk Persiraja di Kandang Sendiri

75

BANDA ACEH – Derby Sumatra kembali memanas! PSMS Medan membuktikan jiwa petarung sejati dengan membalikkan kedudukan untuk mengalahkan Persiraja Banda Aceh dengan skor 2-1 dalam laga lanjutan Liga 2 Pegadaian 2025/2026.

Pertandingan sengit yang digelar di Stadion H. Dhimurtala, Lampineung, Banda Aceh, Minggu (18/1/2026) malam itu, menyuguhkan drama lengkap: gol cepat, comeback epik, dan tensi tinggi.

Kemenangan penting ini melambungkan Ayam Kinantan ke peringkat lima klasemen sementara dengan 23 poin, sekaligus menurunkan Persiraja ke posisi enam dengan poin sama. Sebuah perebutan posisi yang makin mengocok Grup 1 (Wilayah Barat).

Jalannya Pertandingan: Tekanan, Gol, dan Comeback Epik

Persiraja, yang tampil dengan kekuatan penuh termasuk tiga pemain asing, langsung menancapkan dominasi. Tekanan intens mereka berbuah gol pada menit ke-34 melalui Juan Mera Gonzales. Stadion bergemuruh mendukung tuan rumah yang tampak perkasa.

Baca Juga : Kemenangan Tipis PSMS Medan Atas Adhyaksa FC: Strategi Eko Purjianto Berbuah Manis di Kandang

Namun, PSMS yang hanya diperkuat satu pemain asing, sang kapten Kim Jeung-ho, tak gentar. Di tengah tekanan suporter fanatik dan waktu yang hampir habis di babak pertama, Dani Saputra muncul sebagai penyelamat dengan mencetak gol penyeimbang di masa injury time. Gol ini mengubah kompleksitas permainan.

Memasuki babak kedua, tim asuhan Eko Purdjianto tampil lebih percaya diri. Efektivitas mematikan menjadi senjata mereka. Pada menit ke-59, Adlin menjadi pahlawan dengan membobol gawang Persiraja untuk membalikkan kedudukan menjadi 2-1. Gol yang akhirnya menjadi penentu kemenangan dalam Derby Sumatra yang panas ini.

Kata Sang Strategis: Disiplin dan Mental Juara Kunci

Kemenangan
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, tak menyembunyikan kebanggaannya. “Alhamdulillah, tidak mudah main di Aceh. Target awal kami mencuri poin, Alhamdulillah malah dapat tiga poin. Apresiasi buat tim, terutama pemain,” ujarnya.

Eko mengungkap kunci kebangkitan timnya. “Kunci utama adalah pemain tidak panik meski tertinggal. Mereka disiplin menjalankan strategi, tidak mudah kehilangan bola. Semua pemain, termasuk yang baru debut, paham filosofi permainan kami. Persiapan matang membuahkan hasil,” tegasnya.

Ia juga memuji kepemimpinan wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, yang dinilainya adil dan netral.

Atmosfer mencekam dari ribuan suporter Persiraja justru dijadikan bahan bakar. “Dukungan untuk tuan rumah malah menambah semangat skuat kami,” tambah Eko.

Menyongsong Tantangan Berat Selanjutnya

Pemain PSMS, Zaki Alim, menegaskan kemenangan ini adalah hasil kerja keras kolektif. “Kami semua kerja keras untuk ambil poin di kandang lawan. Semua menjalankan taktik pelatih dengan baik,” ungkapnya.

Kemenangan penuh karakter ini menjadi modal psikologis dan poin berharga bagi PSMS untuk melanjutkan ambisi ke papan atas. Tantangan lebih berat sudah menanti: mereka akan menghadapi Garudayaksa, sang pemuncak klasemen Grup 1, pada Minggu (25/1/2026) mendatang.

Ayam Kinantan telah membuktikan mereka bisa bangkit dan menang dalam tekanan. Apakah mereka bisa terus konsisten mengganggu papan atas? (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com