Datuk Iskandar Muda Soroti Pentingnya Program UMKM Tepat Sasaran di RPJMD Medan 2025-2029
MEDAN – Datuk Iskandar Muda, anggota Panitia Khusus (Pansus) RPJMD Kota Medan 2025-2029, menegaskan bahwa program pemberdayaan UMKM harus benar-benar tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan riil pelaku usaha.
Hal ini disampaikannya dalam pembahasan Rancangan Perda (Ranperda) RPJMD antara DPRD Medan dan Pemko Medan pekan ini.
“Program UMKM jangan hanya seremonial, tapi harus berdampak nyata!” tegas Datuk di Gedung DPRD Medan.
Masalah UMKM Medan: Pelatihan Banyak, Tapi Dampak Minim
Sebagai Politisi PKS Medan, Datuk mengkritik program UMKM selama ini yang dinilai belum menyelesaikan akar masalah.
“Bukan soal berapa banyak pelatihan, tapi apakah omzet UMKM naik dan bisa ekspansi pasar?” ujarnya.
Menurutnya, tantangan utama UMKM meliputi:
✅ Akses modal terbatas
✅ Kesulitan pemasaran
✅ Minimnya pendampingan pasca-pelatihan
✅ Ketimpangan bantuan ke UMKM pinggiran
Solusi Konkret untuk RPJMD 2025-2029
Datuk mendorong Pemko Medan untuk:
🔹 Perbaiki pendataan UMKM secara transparan
🔹 Evaluasi program yang sudah berjalan
🔹 Perluas jangkauan bantuan ke UMKM terpinggirkan
🔹 Kolaborasi dengan swasta, perbankan, & e-commerce untuk akses modal dan digitalisasi
“UMKM butuh tindak lanjut nyata, bukan sekadar pelatihan tanpa hasil,” tegasnya.
Harapan untuk Masa Depan UMKM Medan
Dengan RPJMD 2025-2029 Datuk berharap ada perubahan signifikan bagi nasib pelaku UMKM, terutama di daerah pinggiran yang masih kesulitan akses bantuan.
“Ini momentum untuk bangkitkan ekonomi kerakyatan!” pungkasnya. (FD)