DPRD Medan Gelar Sosialisasi Wasbang: Wong Cun Sen Tegaskan Pentingnya Nasionalisme Sejak Dini untuk Generasi Muda

106

MEDAN – Rasa nasionalisme generasi muda ibarat api yang mulai redup. DPRD Kota Medan tak tinggal diam. Mereka segera menggelar sosialisasi ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) pada akhir Mei 2026. Targetnya? Menyalakan kembali semangat cinta Tanah Air sejak dini.

Ketua DPRD Medan, Drs. Wong Cun Sen mengungkapkan kegelisahannya di hadapan wartawan kemarin.

“Belakangan ini, rasa nasionalisme sudah mulai terkikis, terutama bagi generasi muda. Kita harus tetap menumbuhkan pemahaman Pancasila serta menjaga kesatuan NKRI dan UUD 1945 di tengah masyarakat. Jangan lupa jasa pahlawan. Bhineka Tunggal Ika harus kita hayati. Kita harus semakin cinta dan bangga sebagai WNI,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Sebelum turun ke masyarakat, seluruh anggota dan pimpinan DPRD Medan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) selama tiga hari yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Jakarta.

Hasilnya? Setiap dewan kini memiliki sertifikat dan dianggap kompeten sebagai narasumber sosialisasi Wasbang.

“Artinya masing-masing dewan sudah berkompeten sebagai narasumber saat dilakukan sosialisasi Wasbang,” jelas Wong Cun Sen.

Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Medan telah menetapkan jadwal pelaksanaan perdana sosialisasi ideologi Pancasila dan Wasbang pada Sabtu-Minggu, 30–31 Mei 2026. Lokasi dan mekanisme teknis akan diumumkan lebih lanjut.

Baca Juga : Pemerintah Resmi Tetapkan 14 Desember sebagai Hari Sejarah Nasional: Tonggak Baru untuk Identitas Bangsa

Wong Cun Sen mengakui bahwa kegiatan semacam ini bukan pertama kali di Indonesia.

“Jadi bukan Medan yang pertama, kita pun sudah belajar dari daerah lain,” ujarnya. Namun menurutnya, Medan memiliki urgensi tersendiri.

Medan adalah miniatur Indonesia: suku Batak, Melayu, Jawa, Tionghoa, Aceh, Minang, dan lainnya hidup berdampingan. Kekayaan budaya ini ibarat pisau bermata dua. Jika wawasan kebangsaannya lemah, gesekan SARA mudah memicu konflik.

“Maka itu, sejak dini mari kita perkuat persatuan dan kesatuan. Indonesia banyak suku, agama, dan budaya berbeda-beda. Wawasan kebangsaan mengajarkan toleransi, gotong royong, biar tidak mudah dipecah belah,” ungkap Wong penuh semangat.

Kabag Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Medan, Andres Willy Simanjuntak, SH, MM, memaparkan bahwa kegiatan ini memiliki dasar hukum kokoh:

1. Peraturan DPRD Kota Medan tentang Tata Tertib
2. UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah beserta perubahannya
3. Permendagri No. 14 Tahun 2025 tentang pedoman penyusunan APBD TA 2026
4. Perpres No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter
5. Perpres No. 7 Tahun 2018 tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila
6. Permendagri No. 29 Tahun 2011 tentang Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai Pancasila
7. Permendagri No. 71 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan

Dengan regulasi selengkap itu, sosialisasi Wasbang bukan sekadar seremonial, melainkan program strategis berpayung hukum.

Pesan Wong Cun Sen untuk anak muda Medan: “Bangga jadi WNI bukan hanya di media sosial. Tunjukkan dengan sikap toleran, gotong royong, dan bela negara. Mulai dari hal kecil hormati tetangga beda agama, jaga kerukunan, dan cinta produk bangsa.”

Sosialisasi Wasbang yang dijadwalkan 30-31 Mei 2026 mendatang akan menyasar pelajar, mahasiswa, komunitas pemuda, dan tokoh masyarakat.

Metode yang digunakan interaktif: diskusi, pemutaran film pendek, kuis bertema Pancasila, hingga lokakarya kepemimpinan kebangsaan. (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com