Ada Apa di Balik Tudingan ‘Arogan’ ke Bobby? Ini Skenario yang Dibongkar Pengamat!

217

MEDAN – Hubungan mesra antara Partai NasDem dan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution mendadak berubah jadi tegang.

Publik pun dihebohkan dengan kemunculan sebuah narasi yang menuding sang gubernur bertindak arogan. Di balik keributan ini, siapa sebenarnya dalang yang berusaha merusak hubungan harmonis tersebut?

Semua bermula dari pernyataan kontroversial Wakil Ketua DPRD Sumut, Ricky Anthony. Tanpa basa-basi, politisi NasDem ini menuduh Bobby bersikap arogan setelah memutuskan walkout dari Rapat Paripurna, Selasa (21/7/2026) lalu.

Ricky menilai tindakan keluar ruang sidang tanpa pamit itu bukan hanya emosional, tapi juga menghambat proses pengambilan keputusan.

“Bagi NasDem tidak ada kata lain selain arogan. Ini merupakan sikap NasDem,” tegas Ricky dengan lantang.

Akan tetapi, reaksi publik dan para pengamat justru berbalik menyorot oknum tersebut. Sebab, selama ini hubungan Bobby dengan NasDem—terutama dengan Ketua Umum Surya Paloh berjalan sangat harmonis.

Bahkan Bobby tak pernah ragu menyebut Paloh sebagai “guru politik” yang telah banyak menginspirasi kariernya. Lantas, mengapa tiba-tiba seorang kader berani melontarkan pernyataan yang berpotensi memecah belah aliansi?

Pengamat Politik USU, Fredyk Boven, menilai ada skenario besar di balik pernyataan Ricky. Menurutnya, tuduhan ‘arogan’ itu tidak berdasar dan sangat janggal mengingat tata tertib paripurna telah dijalankan dengan semestinya.

Baca Juga : Bobby Nasution Buka Suara di Depan GP Nasdem: Nasionalisme adalah Tameng, Narkoba dan Judi Online Musuh Bersama!

Fredyk bahkan menduga kuat ada persoalan internal di tubuh NasDem Sumut yang sengaja dimunculkan untuk menciderai hubungan harmonis tersebut.

“Dari pola-polanya, ada kemungkinan mengarah ke sana. Apakah itu soal elektoral, atau persoalan bisnis yang terganggu karena gencarnya Gubernur menegakkan aturan,” ujarnya penuh tanda tanya.

Analisis yang sama juga disuarakan pengamat USU lainnya, Agus Suriyadi. Ia menilai narasi negatif yang dilontarkan Ricky sangat kontraproduktif dengan semangat kesejahteraan masyarakat yang sedang digalakkan Pemda.

Agus khawatir publik akan berasumsi liar bahwa ini adalah serangan politik kotor dari NasDem kepada Bobby, padahal bisa jadi ini hanya ulah oknum. “Jadinya gara-gara nila setitik, rusak susuk sebelanga,” sesalnya.

Senada dengan itu, Anggota Fraksi Golkar DPRD Sumut, Irham Buana, menilai pernyataan Ricky justru seperti “mendulang air terpercik muka sendiri”.

Ia menegaskan bahwa persoalan kuorum yang dipersoalkan di paripurna adalah dinamika internal DPRD, yang sama sekali tidak tepat jika dibebankan kepada Gubernur. “Tidak etis dan sangat berlebihan bila menyudutkan Gubernur dengan narasi arogan,” tegasnya.

Narasi negatif yang dilontarkan oknum NasDem ini menjadi ironi besar. Di satu sisi, Ketua Umum Surya Paloh dikenal sebagai sosok yang menanamkan nilai-nilai demokrasi dan kebersamaan. Namun di sisi lain, seorang kadernya justru memilih jalan provokatif yang berisiko memecah belah koalisi.

Pertanyaan besarnya kini adalah: Apakah ini murni sikap pribadi Ricky, atau ada ‘tangan-tangan’ lain yang bermain di balik layar?

Pengamat menduga ada tiga kemungkinan skenario. Pertama, ini adalah taktik untuk menggoyang posisi Bobby menjelang kontestasi politik mendatang.

Kedua, ada kepentingan bisnis atau kekuasaan tertentu yang merasa terancam dengan kebijakan tegas Bobby. Ketiga, ini adalah pertanda adanya perpecahan internal di tubuh NasDem Sumut yang mulai menunjukkan gejala.

Yang jelas, pernyataan oknum NasDem ini telah menjadi ujian besar bagi koalisi partai pendukung Gubernur. Jika tidak segera dikelola dengan baik, retakan kecil ini bisa berubah menjadi perpecahan besar yang merugikan stabilitas pemerintahan dan pembangunan di Sumatera Utara.

Publik kini menunggu langkah tegas dari pimpinan partai. Apakah NasDem akan membiarkan oknumnya terus melontarkan pernyataan kontroversial, atau justru akan mengambil sikap untuk menjaga keharmonisan yang telah terjalin selama ini?

Satu hal yang pasti, dinamika politik Sumut memasuki babak baru yang semakin panas dan penuh teka-teki. Pantau terus perkembangan terbaru seputar kisruh politik ini hanya di sini! (Red)