Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wpcode-premium domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/kita3739/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain publisher dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/kita3739/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Duit Hasil Curian Dipakai Beli Narkoba! Pria Paruh Baya Ditangkap di Kafe Usai Bobol Gudang Ekspedisi Medan
Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! Komentar kondisional IE diabaikan oleh semua browser yang didukung. in /home/kita3739/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! Komentar kondisional IE diabaikan oleh semua browser yang didukung. in /home/kita3739/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Duit Hasil Curian Dipakai Beli Narkoba! Pria Paruh Baya Ditangkap di Kafe Usai Bobol Gudang Ekspedisi Medan

479

MEDAN — Seorang pria paruh baya yang tak punya pekerjaan tetap harus kembali berurusan dengan aparat kepolisian. Heri Handoko alias Koko (45) diringkus Tim Opsnal Reskrim Polsek Medan Area di sebuah kafe kawasan Jalan Raya Menteng, Selasa (1/9/2026) siang.

Penangkapan dramatis ini terjadi setelah polisi menerima informasi intelijen mengenai keberadaan pelaku. Saat petugas tiba di kafe Atap Kopi, Koko yang panik justru bersembunyi di kamar mandi. Namun upaya itu sia-sia — petugas berhasil menemukan dan menggiringnya ke Mapolsek Medan Area.

Aksi pencurian bermula pada Minggu (16/8/2026) dini hari. Fernando Harun Atventus Tampubolon (31), penanggung jawab gudang CV Elsa Jaya Expres, meninggalkan gudang dalam keadaan aman dan pulang ke kediamannya di Kecamatan Deli Tua.

Namun keesokan harinya, saat kembali ke gudang, Fernando dikejutkan dengan raibnya satu unit televisi TCL 55 inci.

Dilakukan pengecekan menyeluruh, ternyata bukan hanya televisi yang hilang. Satu unit laptop Axus, dua pasang sepatu Septi, satu unit block stir Triton, satu unit catrik Triton, dan satu unit power steering Triton juga turut melayang.

Baca Juga : Residivis Spesialis Pencurian Kembali Ditangkap, Sudah 4 Kali Masuk Penjara dan Akui 3 Aksi Lain

Hasil interogasi mengungkap peran spesifik Koko. Ia bertugas menerima barang curian dari balik tembok pagar gudang setelah pelaku utama, Irfan Syahputra (20) seorang penjaga malam gudang mengambil barang dari dalam.

Koko lalu menjual hasil curian dan mendapat imbalan: Rp 50.000 dari penjualan dua pasang sepatu seharga Rp 200.000, Rp 50.000 dari penjualan power steering, dan Rp 150.000 dari penjualan TV seharga Rp 1.300.000.

Yang paling mencengangkan, Koko mengakui uang hasil kejahatan itu dipakai untuk membeli narkoba. Ini bukan pertama kalinya ia berurusan dengan hukum.

Pada 2020, Koko pernah dihukum 1 tahun 8 bulan penjara di Rutan Tanjung Gusta atas kasus pencurian. Kini, setelah bebas, ia kembali melakukan aksi serupa.

Kapolsek Medan Area, AKP M Ainul Yaqin, menegaskan kasus ini masih terus dikembangkan untuk memburu pelaku lain dan penadah hasil curian.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan setiap kejadian mencurigakan,” tegasnya.

Pelaku dijerat Pasal 476 KUHP Tahun 2023 tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (FD)