Digitalisasi Pajak Medan: dr Faisal Arbie Bongkar Kebocoran PAD Rp2 Triliun, Target PAD Tembus Rp5 Triliun di 2027

111

MEDAN – Sebuah terobosan besar tengah digodok DPRD Medan. Anggota Pansus PAD, dr Faisal Arbie, secara blak-blakan menyebut sistem pajak manual (assemblage) selama ini bagaikan “kain bolong” yang merugikan daerah.

Potensi kebocoran PAD sangat besar, dan solusinya hanya satu: digitalisasi total.

Dalam rapat dengan Bapenda Medan, politisi Nasdem ini menegaskan bahwa sistem self-assessment yang selama ini dipakai di mana wajib pajak menghitung, melapor, dan membayar sendiri—rawan manipulasi.

“Kami tidak menuduh, tapi banyak laporan pajak tidak rasional. Sistem manual ini pintu bocor,” tegas Faisal Arbie, Selasa (7/4/2026).

Sistem Digital Mulai 2027, Bocoran PAD Ditutup Rapat

Pansus PAD memastikan tahun 2027 menjadi tonggak bersejarah. Seluruh sistem perpajakan akan bertransformasi ke model digital canggih:

· E-Filing (pelaporan online)
· E-Payment (pembayaran online)
· E-SPT (surat pemberitahuan elektronik)
· Sistem administrasi pajak online terintegrasi

Faisal menyebut langkah ini bukan sekadar modernisasi, tapi aksi penyelamatan keuangan daerah. “Dengan digitalisasi, kebocoran terminimalisir, transparansi meningkat, dan PAD bisa naik signifikan,” ujarnya.

Target Fantastis: Dari Rp3 T ke Rp5 Triliun!

Saat ini PAD murni Medan hanya sekitar Rp3 triliun lebih. Namun, Faisal optimistis dengan sistem digital, target Rp5 triliun bukan mimpi. Sektor penyumbang terbesar seperti pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, air bawah tanah, dan parkir akan digarap maksimal.

“Sidak ke mal, restoran, dan lokasi parkir akan kami lakukan secara mendadak. Jangan sampai ada yang main-main,” tegasnya.

Kejutan: Tunggakan Pajak Sejak 1994 Capai Rp2 Triliun

Fakta mengejutkan lain: tunggakan pajak dari wajib pajak di Medan sudah menggunung hingga Rp2 triliun lebih, terakumulasi sejak tahun 1994!

Faisal mendorong Bapenda untuk membuka ruang keringanan, seperti sistem cicilan dan pemotongan pokok tunggakan.

“Wajib pajak perlu napas. Kasih keringanan, tapi tetap kejar. Jangan biarkan uang rakyat menguap begitu saja,” pungkasnya.

Kesimpulan: Digitalisasi bukan lagi wacana, tapi kebutuhan mendesak. Jika berjalan mulus, 2027 akan menjadi tahun emas PAD Medan. Akankah target Rp5 triliun tercapai? Kita tunggu aksinya. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com