Gak Tertata! Rommy Van Boy Gebrak Meja: Pemko Medan Harus Bertindak Tegas Bongkar Tiang Kabel Semrawut Demi Estetika Kota

153

MEDAN – Gak Tertata! Pemandangan kabel yang bergelantungan semrawut serta tiang utilitas yang berdiri tanpa aturan di sepanjang ruas jalan Kota Medan kini menjadi sorotan tajam.

Anggota Komisi IV DPRD Medan, Rommy Van Boy, mengeluarkan peringatan keras sekaligus tuntutan tegas kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Menurutnya, kondisi ini bukan hanya soal ketidakrapian, tetapi sudah masuk kategori mengganggu kenyamanan publik dan merusak estetika kota secara sistemik.

“Kami mendorong Pemko Medan agar tidak lagi ragu. Tegas! Tertibkan tiang telekomunikasi milik berbagai perusahaan penyedia utilitas yang terlihat semrawut itu,” ujar Rommy dengan tegas, kemarin.

Memang, saat ini Pemko Medan tengah menggandrungi program unggulan “Merata” (Medan Rapi Tanpa Kabel). Program ini bertujuan merelokasi kabel-kabel udara menjadi kabel tanam (bawah tanah) demi menciptakan langit kota yang bersih. Namun, Rommy menyoroti bahwa implementasi program ini masih terkesan “pilih kasih”.

“Program Merata saat ini masih fokus di beberapa ruas jalan protokol saja. Kami minta penertiban ini dilakukan secara masif dan merata di seluruh wilayah Kota Medan, hingga ke gang-gang kecil. Jangan sampai hanya pusat kota yang rapi, sementara daerah lain tetap kumuh oleh kabel,” tegas politisi yang akrab disapa Rommy itu.

Baca Juga : DPRD Medan Dukung Penataan Kabel Bawah Tanah, El Barino: Jangan Hanya Jadi Wacana

Lebih lanjut, Rommy Van Boy yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) V ini membeberkan fakta bahwa banyak pemasangan tiang yang tidak mengantongi izin resmi.

Bahkan, pemasangan yang dilakukan kerap melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP). Akibatnya, risiko kebakaran, kabel putus, hingga tiang tumbang yang membahayakan nyawa pengguna jalan menjadi ancaman nyata.

“Jangan anggap sepele pemasangan yang asal-asalan ini. Itu sangat mengganggu kenyamanan. Risikonya fatal gangguan fisik, tiang bisa tumbang, kabel putus, dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” ujarnya mengingatkan.

Tak hanya soal estetika dan keselamatan, Rommy juga menyoroti dampak buruk dari pendirian puluhan tiang di satu titik yang sama. Aktivitas ini secara perlahan merusak infrastruktur trotoar dan badan jalan.

Penggalian yang dilakukan secara berulang oleh perusahaan utilitas yang berbeda seringkali justru bertolak belakang dengan program pembangunan jalan dan drainase yang sedang digalakkan Pemko.

“Bayangkan, trotoar yang baru dipercantik, dibongkar lagi untuk tiang baru. Jalan yang baru diaspal, digali lagi untuk kabel. Ini harus dihentikan,” tandasnya.

Untuk memastikan program “Merata” benar-benar sukses dan berkelanjutan, Rommy mengusulkan langkah strategis jangka pendek. Ia meminta agar instruksi tegas diturunkan langsung dari Wali Kota Medan melalui Tapem (Tata Pemerintahan) kepada para Kepling dan Lurah.

“Perintah harus serentak. Lurah dan Kepling harus didorong untuk melakukan pendataan sejak dini. Mereka yang paling tahu kondisi lingkungan masing-masing. Data kondisi pemasangan tiang kabel yang tidak rapi dan berbahaya ini harus dilaporkan untuk segera ditertibkan. Jangan tunggu ada kecelakaan baru bergerak,” tutup Rommy Van Boy.

Dengan sinergi antara dewan, eksekutif, hingga aparatur terkecil di kelurahan, warga Medan berharap kota ini segera bertransformasi menjadi kota modern yang benar-benar rapi, aman, dan nyaman, bebas dari jeratan kabel semrawut. (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com