Women Leader Festival 2026: Airin Rico Waas Tegaskan Perempuan Bukan Pengikut, Tapi Penggerak Perubahan yang Tangguh

65

MEDAN – Dunia sedang berubah. Dan perempuan hari ini tidak lagi sekadar menunggu arah angin. Mereka adalah angin itu sendiri.

Di tengah hiruk-pikuk Manhattan Atrium Medan, Minggu (26/4/2026), suasana berbeda menyala. Bukan sekadar acara seremonial, Women Leader Festival 2026 yang digagas Perempuan Pemimpin Indonesia (Perpina) Sumut berubah menjadi panggung deklarasi kekuatan kaum hawa.

Dan di atas panggung itu, Ketua TP PKK Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas, melontarkan kalimat yang langsung menggetarkan ruangan. Ia mengatakan perempuan adalah penggerak perubahan, bukan sekadar pengikut keadaan.

Tepuk tangan bergemuruh. Airin, dengan gaya bicaranya yang tegas namun penuh empati, menjelaskan bahwa di era disrupsi dan krisis bergulir mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga sosial perempuan justru muncul sebagai pilar ketangguhan.

“Kita tidak lagi menjadi penonton. Kita mengubah krisis menjadi solusi,” ujarnya disambut anggukan peserta dari berbagai komunitas perempuan di Sumut.

Baca Juga : Menyentuh Hati di Binjai: PKK Sumut Gelar Bakti Sosial untuk 60 Anak Panti Sambut HKG 2026 & HUT Sumut ke-78

Menurut Airin, keistimewaan perempuan terletak pada kombinasi langka antara empati dan ketangguhan. Dalam situasi sulit, perempuanlah yang paling cepat membaca rasa, sekaligus paling kuat mengambil tindakan.

“Kita mampu berdiri di garis depan. Baik dalam keluarga, komunitas, maupun kebijakan publik. Jangan pernah meremehkan kekuatan seorang ibu, seorang pemimpin perempuan,” tegasnya.

Sesi talkshow menjadi magnet emosional festival. Mengangkat tema “Perempuan Kuat Mendampingi Anak Istimewa”, Airin mengingatkan bahwa setiap anak adalah anugerah yang butuh kehadiran penuh seorang ibu.

“Bukan hanya fisik. Anak berkebutuhan khusus tumbuh dari ketulusan dan kesabaran kita. Ibu adalah arsitek kepercayaan diri mereka.”

Pernyataan ini membuat banyak mata berkaca-kaca. Sebab, realitas menunjukkan, masih banyak ibu yang berjuang sendiri tanpa dukungan.

Tak berhenti di situ, Airin menyoroti isi krusial kesehatan perempuan. Ia mengingatkan bahaya kanker yang masih menjadi momok. Tapi pesannya optimistis.

“Pengetahuan adalah kunci pencegahan. Jangan biarkan ketakutan melumpuhkan kita. Ubah ketakutan menjadi kekuatan. Kecantikan sejati bukan dari riasan, tapi dari hati dan pikiran yang kuat,” ujarnya.

Seruan ini sejalan dengan kampanye deteksi dini kanker serviks dan payudara yang terus digalakkan TP PKK Medan.

Di akhir sambutannya, Airin mengguncang auditorium dengan filosofi “Medan Untuk Semua” komitmen layanan pemerintah kota Medan yang inklusif.

“Tak boleh ada lagi perempuan yang merasa berjuang sendirian. Dengan sinergi, setiap perempuan di Medan punya ruang seluas-luasnya untuk tumbuh, bersinar, dan berdaya,” ungkapnya.

Ia menutup dengan visi besar Medan sebagai kota inklusif, maju, dan berkelanjutan di mana perempuan bukan sekadar hidup, tapi memimpin perubahan.

Women Leader Festival 2026 bukan sekadar acara. Ini adalah gerakan. Dan kata-kata Airin Rico Waas menjadi bahan bakar yang membuat ribuan perempuan di Medan, bahkan di seluruh Indonesia. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com