Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30: Wagub Surya Pimpin Upacara di Medan, Tegaskan Sinergi Pusat-Daerah Kunci Wujudkan Asta Cita

76

MEDAN – Suasana khidmat menyelimuti Halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin pagi (27/4/2026). Puluhan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumut berdiri rapi mengikuti Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Gubernur Sumut, Surya, dengan tegas membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian.

Mengusung tema besar “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, peringatan tahun ini bukan sekadar seremonial. Lebih dari itu, ini adalah momentum refleksi tiga dekade perjalanan otonomi daerah di Indonesia.

Sejak digulirkannya UU No. 22/1999 yang kemudian disempurnakan, otonomi daerah telah menjadi instrumen strategis untuk mendekatkan pelayanan publik, mengakselerasi pemerataan pembangunan, dan menggali potensi lokal.

Dalam sambutannya, Wagub Surya menyampaikan pesan Mendagri bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah adalah fondasi utama keberhasilan nasional.

“Otonomi bukan berarti daerah berjalan sendiri. Justru kolaborasi yang kuat, terintegrasi, dan saling mendukung yang akan melahirkan manfaat nyata bagi rakyat,” ujar Surya mengutip arahan Mendagri.

Baca Juga : Gubernur Sumut Perkuat Reformasi Birokrasi dengan Nonaktifkan Empat Pejabat OPD Berbasis PP 94/2021

Tito Karnavian melalui sambutan yang dibacakan Surya menyoroti empat langkah strategis untuk menyempurnakan tata kelola otonomi daerah ke depan:

1. Integrasi perencanaan dan penganggaran pusat-daerah agar tidak tumpang tindih.
2. Reformasi birokrasi berbasis hasil (outcome) yang didukung penuh oleh digitalisasi pelayanan.
3. Penguatan kemandirian fiskal daerah – daerah harus kreatif menggali pendapatan asli daerah (PAD) tanpa membebani rakyat.
4. Kolaborasi lintas wilayah untuk menyelesaikan persoalan bersama seperti transportasi publik, pengelolaan sampah, banjir, dan polusi udara.

Tidak berhenti di situ, Mendagri juga mengingatkan fokus pemerintah daerah pada layanan dasar: pendidikan berkualitas, akses kesehatan merata, ketersediaan air bersih, serta pengentasan ketimpangan antarwilayah.

“Di tengah tantangan global seperti krisis ekonomi, kerawanan pangan, dan perubahan iklim, stabilitas serta ketahanan daerah adalah harga mati,” tegas Surya mengutip Mendagri.

Pesan penting lainnya soal efisiensi anggaran. Seluruh kegiatan pemerintahan, termasuk upacara peringatan, harus mencerminkan prinsip hemat dan tepat guna sesuai arahan Presiden RI. Tidak ada euforia berlebihan, yang ada adalah komitmen kerja nyata.

Wagub Surya usai upacara menambahkan secara khusus bahwa Provinsi Sumut berkomitmen menjadi garda depan implementasi Asta Cita.

“Kami sudah menyusun peta jalan sinergi dengan kabupaten/kota. Otonomi daerah ke-30 ini harus melahirkan lompatan kualitas hidup masyarakat Sumut,” tuturnya penuh optimisme.

Peringatan yang berlangsung sekitar 60 menit ini ditutup dengan doa bersama, harapan agar tiga dekade otonomi daerah benar-benar menjadi tonggak kemandirian, kesejahteraan, dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Selamat Hari Otonomi Daerah ke-30! (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com