Harga Minyakita Tembus Rp22.000 di Medan, Anggota DPRD Sri Rezeki Desak Pemko Gelar Sidak Pasar dan Operasi Murah

104

MEDAN – Warga Medan kini dihadapkan pada lonjakan harga minyak goreng subsidi, Minyakita, yang tembus hingga Rp22.000 per liter.

Padahal, harga resminya hanya Rp15.700. Kenaikan ini memicu keresahan, terutama bagi ibu rumah tangga dan pelaku UMKM yang sangat bergantung pada minyak goreng murah.

Menurut pantauan di sejumlah pasar tradisional Medan per Mei 2026, Minyakita dijual antara Rp20.000 hingga Rp22.000. Ironisnya, kelangkaan dan harga tinggi ini justru terjadi saat kebutuhan masyarakat melonjak.

Menyikapi kondisi tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, Hj. Sri Rezeki AMd, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mendesak Pemko Medan agar bertindak cepat. Ia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera turun ke pasar.

“Jangan sampai selisih harga yang terlalu jauh dimanfaatkan oknum spekulan. Saran saya, Pemko segera lakukan peninjauan ke pasar-pasar. Ini sangat mendesak,” tegas Sri Rezeki, Senin (11/5/2026).

Politisi yang kerap menyuarakan kepentingan rakyat kecil ini juga mengkritisi gaya kerja pemerintah yang kerap lamban. Ia meminta agar jangan menunggu isu viral di media sosial baru bergerak.

“Cari tahu penyebabnya, lalu beri solusi. Jangan tunggu viral. Ekonomi masyarakat sedang terjepit, jangan ditambah susah lagi,” ujarnya.

Baca Juga : Panas! MinyaKita Diduga Dioplos Viral di Medsos, DPRD Medan Desak Razia Mendadak di Pasar!

Sri Rezeki menyoroti langsung dampak di lapangan. “Emak-emak belanja banyak mengeluh. Minyak goreng kebutuhan pokok, hampir setiap rumah pakai. Ini darurat,” katanya.

Ia mengingatkan efek domino kenaikan minyak goreng. “Semua berkaitan. Kalau minyak naik, bahan makanan yang pakai minyak ikut naik. Pemko harus bergerak nyata. Jangan hanya bilang sudah turun, tapi entah turun ke mana, hasilnya nihil,” tutupnya.

Sebagai langkah konkret, Sri Rezeki mengusulkan operasi pasar atau pasar murah segera digelar untuk menjaga daya beli dan menekan inflasi.

Bukan hanya Minyakita, sejumlah harga pangan pokok di Medan juga meroket:

· Cabai Rawit: Rp80.000 – Rp90.000 per kg
· Bawang Merah & Putih: Rp40.000 – Rp50.000 per kg (Pantauan di Pasar Sukaramai, Petisah, Aksara)
· Daging Ayam Ras: Rp35.500 – Rp40.000 per kg
· Beras & Gula: Tren kenaikan, mengkhawatirkan warga
· Minyak Curah: Naik ke kisaran Rp21.000 per kg

Tak hanya bahan pangan, para pelaku UMKM di Medan juga terpukul. Harga barang pendukung seperti kemasan plastik ikut meroket, membebani biaya operasional usaha kecil.

Dengan kondisi ini, tekanan terhadap Pemko Medan semakin besar. Warga berharap janji sidak dan operasi pasar bukan sekadar wacana, tapi aksi nyata yang segera dirasakan. (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com