Pemprov Sumut Gelontorkan Rp1,3 Triliun untuk 141 Km Jalan Baru di 2026 – Ini Rincian PHTC INSTANSI Gubernur Bobby Nasution

27

MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) tidak main-main dalam mengejar ketertinggalan infrastruktur.

Tahun 2026 ini, mereka mengucurkan anggaran fantastis sebesar Rp1,37 triliun lebih untuk membangun dan memperbaiki jalan, jembatan, serta infrastruktur dasar lainnya.

Angka ini bukan sekadar catatan besar ini adalah gebrakan nyata dari Gubernur Bobby Nasution melalui program unggulan PHTC INSTANSI.

Apa itu PHTC INSTANSI? Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) untuk Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI) dirancang agar pembangunan tidak lagi berjalan lambat.

Target tahun ini: 141 kilometer jalan baru dan mantap tersebar di seluruh Sumut. Kepala Dinas BMBKCK Sumut, Chandra Dalimunthe, dalam konferensi pers di Medan, Selasa (26/5/2026), membeberkan rincian mengejutkan.

Dari total Rp1,372 triliun, alokasi terbesar untuk PHTC mencapai Rp672,22 miliar. Hasilnya? Pembangunan 86 km jalan baru, pemeliharaan 11,91 km, rehabilitasi 1 km, ditambah 17 titik turap/talud/bronjong, jembatan 32 m, drainase 250 m.

Baca Juga : Rp472 Miliar Digelontorkan! Program Berobat Gratis Sumut 2026 Siap Layani 12,5 Juta Warga

Itu belum termasuk Proyek Strategis Daerah (PSD) senilai Rp320,2 miliar yang membuka 55 km jalan penghubung wilayah terisolir dan kawasan strategis.

Fakta mencolok: Saat ini, jalan mantap di Sumut baru 74,12% (3.006 km), sisanya 25,88% masih rusak ringan hingga berat. Namun Chandra menegaskan, “Pembangunan bertahap, tahun ini 141 km akan tuntas.”

Tidak berhenti di situ. Pemprov juga menyiapkan anggaran khusus pascabencana Rp137 miliar untuk 19 titik bronjong, jembatan 20 m, hingga box culvert. Lalu perhatian besar kepada Kepulauan Nias dengan dana afirmasi Rp83,875 miliar membangun 8,4 km jalan dan jembatan 70,6 m.

Sumber lain turut digerakkan: DBH Sawit Rp16,2 miliar untuk 2,7 km jalan, dan Transfer Keuangan Daerah (TKD) Rp143 miliar untuk 22 km jalan plus 2 titik turap.

Sektor keciptakaryaan juga mendapat porsi Rp3,9 miliar untuk perencanaan air minum/limbah di Nias, serta Rp12 miliar untuk peningkatan kapasitas IPAL Cemara hingga 100 meter kubik.

Ini adalah sinyal kuat: Sumut berbenah. Dengan Rp1,3 triliun, diharapkan konektivitas meningkat, ekonomi rakyat bergerak, dan daerah terisolir tidak lagi terlupakan. Ikuti terus perkembangan infrastruktur Sumut yang semakin memukau! (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com