Buntut Kekalahan Perancis, Deschamps Murka & Pertanyakan Kualitas Wasit

108

JAKARTA – Dallas bergemuruh, namun hati 60 ribu penonton di AT&T Stadium terbelah. Favorit juara, Timnas Prancis, harus menyerah 0-2 dari Spanyol yang tampil perkasa di semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.

Kekalahan ini bukan hanya mengejutkan, tetapi juga memicu gelombang protes dari pelatih Didier Deschamps yang mempertanyakan kualitas kepemimpinan wasit.

Laga berjalan sengit sejak menit awal. Namun, titik balik terjadi pada menit ke-22 ketika wasit asal El Salvador, Ivan Barton, menunjuk titik putih setelah Lucas Digne dianggap melanggar Lamine Yamal di kotak penalti.

Keputusan kontroversial ini langsung memicu perdebatan. Banyak pihak menilai tendangan Digne tidak disengaja dan justru bola mengenai lengan Yamal lebih dulu (hand ball).

Mikel Oyarzabal yang maju sebagai algojo sukses menaklukkan kiper Mike Maignan, membawa Spanyol unggul 1-0.

Tertinggal, Prancis mencoba bangkit. Namun, lini pertahanan Spanyol yang dijaga Pau Cubarsi dan Aymeric Laporte tampil disiplin dan sulit ditembus.

Bencana bagi Les Bleus datang di menit ke-58. Dani Olmo dan Pedro Porro berkolaborasi apik, diakhiri dengan sepakan Porro yang menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Spanyol pun melenggang ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2010.

Baca Juga : Les Bleus Tersungkur Lagi, Spanyol Ulangi Skenario Euro 2024 Di Piala Dunia 2026

Usai pertandingan, Deschamps tak bisa menyembunyikan kekecewaannya, terutama terhadap kinerja wasit. Dengan nada sinis, ia melontarkan pertanyaan yang menggema di dunia sepak bola “Apakah wasit ini cukup bagus untuk memimpin semifinal Piala Dunia?”

Deschamps menegaskan protesnya bukan hanya soal penalti, melainkan akumulasi keputusan yang merugikan timnya. Namun, dengan lapang dada ia juga mengakui keunggulan Spanyol.

“Kami harus realistis dan mengakui bahwa hari ini kami secara teknis di bawah tim yang tahu apa yang mereka lakukan.”

Statistik membuktikan pengakuan Deschamps. Meski melepas 10 tembakan, Les Bleus hanya mencatatkan expected goals (xG) 0,3—rekor terendah Prancis di Piala Dunia sejak 1966.

Spanyol, dengan xG 1,63, jauh lebih klinis. Ini menjadi kali pertama Prancis gagal mencetak gol di Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya mencetak 16 gol dalam enam laga.

Bahkan mega bintang Kylian Mbappe tak berkutik dengan tiga tembakan tanpa satu pun yang mengarah ke gawang.

Di sisi lain, pelatih Spanyol Luis de la Fuente semringah. Ia memuji anak asuhnya yang telah menunjukkan komitmen dan bakat luar biasa.

Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 37 laga berturut-turut, menyamai rekor Italia. Dengan pertahanan yang hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, Spanyol kini berpeluang mengawinkan gelar Piala Eropa 2024 dengan Piala Dunia 2026.

Kekalahan ini juga menandai akhir era Deschamps yang akan meninggalkan jabatannya setelah 14 tahun membesut Prancis.

Mimpi untuk final ketiga berturut-turut pun sirna. Kini, Spanyol menanti pemenang antara Argentina dan Inggris di final. Akankah La Roja menyelesaikan misi sempurnanya? Satu langkah lagi menuju keabadian. (FD)