Pj Sekdaprov Sumut: AI Bikin Kerja Cepat, Tapi ASN Wajib Pegang Etika!
MEDAN – Gempuran kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, Gemini, dan DeepSeek memang bikin kerja ASN makin praktis. Tapi hati-hati!
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, mengingatkan keras: jangan sampai teknologi menggantikan nurani dan tanggung jawab manusia sebagai abdi negara.
Dalam acara Webinar Sesi VIII Tahun 2026 bertajuk “Smart ASN: Kerja Cerdas dengan AI” yang digelar BPSDM Sumut secara virtual, belum lama ini, Sulaiman menegaskan bahwa meskipun AI bisa mempercepat pekerjaan, nilai dasar ASN BerAKHLAK tetap harga mati.
Webinar yang diikuti ratusan ASN se-Sumut ini menjadi ruang strategis di tengah derasnya arus transformasi digital birokrasi.
“AI bisa bantu kita mulai dari menyusun dokumen, mengolah data, hingga analisis awal. Tapi ingat, keputusan akhir tetap di tangan manusia yang akuntabel,” tegas Sulaiman dari Ruang Rapat Sekda Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan.
Sulaiman tidak menampik bahwa AI menyimpan risiko besar jika digunakan sembarangan. Mulai dari kebocoran data rahasia negara, kesalahan informasi, bias hasil analisis, pelanggaran hak cipta, hingga keputusan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu, ASN dituntut punya literasi digital tinggi, kritis, dan berintegritas.
Nilai BerAKHLAK yang terdiri dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif harus menjadi filter utama sebelum ASN menekan tombol generate di aplikasi AI.
Sulaiman juga berpesan agar seluruh ASN Pemprov Sumut:
Bijak menggunakan AI – jangan asal copas.
Jaga keamanan & kerahasiaan data pemerintah.
Selalu validasi informasi dari AI. Junjung tinggi etika digital.
Sementara itu, Kepala BPSDM Sumut, Agustinus, menambahkan bahwa webinar ini adalah bagian dari upaya mencetak ASN yang inovatif, adaptif, dan siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan profesionalisme sebagai pelayan masyarakat.
“Kami ingin ASN Sumut tidak hanya pintar pakai AI, tapi juga tetap manusiawi dan berakhlak,” ujar Agustinus.
Jadi, kalau kamu ASN atau pegawai publik, ingat: AI itu asisten, bukan bos. Biar kerja cepet, tapi jangan sampai kehilangan hati nurani dan data negara. Siap jadi ASN cerdas nan berakhlak? Bagikan artikel ini ke rekan kerjamu! (Rel)