Sapi Kurban 1,3 Ton dari Presiden RI Guncang Sumut! Begini Cerita di Baliknya

92

MEDAN – Dunia maya Sumatera Utara mendadak panas. Bukan karena konflik, melainkan karena “raja hutan” versi peternakan lokal telah singgah di Bumi Lancang Kuning.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) baru saja menerima bantuan kemasyarakatan istimewa dari Presiden Republik Indonesia berupa sapi kurban berbobot fantastis: 1,3 ton!

Wakil Gubernur Sumut, Surya, tampak mengikuti prosesi penyerahan secara virtual dari Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro kemarin. Meski hanya melalui layar, aura kebesaran hewan kurban ini terasa hingga ke ruang virtual.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, dalam arahannya menegaskan bahwa agenda tahunan ini bukan sekadar seremonial.

“Ini adalah wujud kepedulian pemerintah pusat kepada seluruh lapisan masyarakat di tanah air,” ujarnya.

Total, pemerintah pusat mengalokasikan 598 ekor sapi kurban yang disebar ke seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.

Namun, yang membuat publik tercengang adalah standar bobot yang ditetapkan: minimal 800 kilogram hingga puncaknya 1,3 ton!

Dengan usia minimal 2 tahun dan telah memenuhi kriteria syariat Islam, sapi-sapi ini bisa dibilang “atlet kurban” sejati.

Inilah bagian yang paling menarik dan berpotensi viral. Ternyata, tidak semua daerah memiliki stok sapi lokal super berat seperti ini.

Baca Juga : Bobby Nasution Sumbang 17 Sapi Kurban 11 Ton untuk Masyarakat: Total Pribadi, Tersebar Hingga Jakarta

Karena itulah, Presiden RI mengambil kebijakan khusus:
46 kabupaten/kota di Indonesia yang tidak memiliki sapi bobot ≥800 kg akan menerima JATAH DUA EKOR SAPI KURBAN sebagai pengganti!

“Karena di 46 daerah tersebut tidak ada sapi dengan bobot di atas 800 kg, maka sebagai gantinya, Pak Presiden memberikan dua ekor sapi di setiap kabupaten/kota tersebut. Mohon diterima dengan baik oleh masyarakat,” tambah Juri.

Kebijakan ini langsung menjadi sorotan. Bayangkan, satu daerah bisa mendapat dua “raksasa” sekaligus. Apakah daerahmu termasuk? Cek daftar resmi dari Sekretariat Negara!

Tak ingin setengah-setengah, Sekretariat Negara berkolaborasi ketat dengan Kementerian Pertanian (Kementan). Setiap sapi menjalani pemeriksaan kesehatan super ketat dan dipastikan bebas dari berbagai penyakit hewan.

Lebih membanggakan lagi, program ini melibatkan setidaknya 525 peternak lokal dari berbagai daerah. Ini bukan hanya soal kurban, tapi juga pemicu semangat produktivitas dan peningkatan kualitas peternakan Indonesia ke depan.

Di akhir arahannya, Wamensesneg meminta komitmen serius dari seluruh kepala daerah, termasuk Wagub Sumut Surya. Mereka diminta mengawal ketat proses dari distribusi, penyembelihan, hingga pembagian daging kurban. Tidak boleh ada yang bocor atau salah sasaran.

“Kami berterima kasih kepada bapak ibu kepala daerah yang akan membantu mendistribusikan, memantau, dan mengawal proses pemotongan ini hingga berjalan dengan baik di daerah masing-masing,” tegasnya.

Dengan hadirnya sapi-sapi super berat ini, terutama yang 1,3 ton di Sumut, momen Iduladha 1447 H/2026 dipastikan akan lebih meriah dan bermakna.

Kini, semua mata tertuju pada proses distribusi dan penyembelihan. Akankah dagingnya menjangkau masyarakat paling membutuhkan? Kita tunggu aksinya! (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com