Bobby Tegur Keras PLN Sumut: Minta Kompensasi Segera untuk Korban Pemadaman Listrik Bergilir!

109

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan tegas menegur PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumut.

Pemadaman listrik bergilir yang terjadi beberapa hari terakhir dinilai sangat merugikan warga, terutama pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang bergantung pada listrik setiap hari.

Peninjauan langsung dilakukan Bobby Nasution ke Kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara (UP2B Sumbagut) di Jalan Yos Sudarso, Medan, pada Senin (8/6/2026).

Turut hadir GM PLN UID Sumut Mundakhir Salman, GM PLN UIP3B Sumatera Amiruddin, Manager UP2B Sumbagut August Achilles, serta pejabat Pemprov Sumut seperti Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Deddy JP Harahap dan Kepala Dinas Kominfo Erwin Harahap.

Dalam pertemuan tersebut, Bobby Nasution menyampaikan keluhan masyarakat yang sudah tak tertahankan.

Baca Juga : Bobby Nasution Minta Blackout Listrik Sumatera Tak Terulang Lagi: “Ini Sudah Hampir Setiap Tahun!”

“Masyarakat sudah mengeluh Pak. Mereka merugi akibat pemadaman bergilir ini, terutama pengusaha kecil yang mengandalkan listrik. Kita nggak tahu bagaimana pemadaman listrik berlangsung, masyarakat tidak diberitahu dengan jelas, sehingga tidak ada persiapan, dan itu berulang setiap hari,” ujar Bobby dengan nada tegas.

Menurutnya, masyarakat sebenarnya bisa memahami jika ada kondisi darurat. Kerusakan belasan tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) akibat cuaca ekstrem memang di luar kendali.

Namun, yang menjadi masalah utama adalah kurangnya komunikasi dan transparansi dari PLN. Jadwal pemadaman tidak jelas, wilayah yang terdampak tidak diumumkan secara luas, sehingga warga dan pelaku usaha tidak bisa mempersiapkan diri.

“Kalau ada kendala seperti ini, sampaikan ke kami (pemerintah), mana yang bisa kami bantu. Atau sampaikan ke bupati/walikota agar mereka bisa membantu sosialisasi ke masyarakat. Jangan terus beralasan,” tegas Bobby Nasution.

Bobby tidak hanya menegur, tapi juga memberikan solusi konkret. Ia meminta PLN segera memberikan kompensasi kepada seluruh pelanggan yang terdampak di Sumut.

Kompensasi tidak harus berbentuk uang tunai, melainkan bisa berupa keringanan tagihan listrik atau diskon pembelian token bagi pelanggan prabayar, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Seberapa nanti besaran kompensasinya, kita minta kepada PLN untuk menentukan. Tapi yang jelas harus ada kompensasi. Sebagaimana kita yang terlambat bayar sedikit saja langsung ada sanksi pemutusan hingga pencopotan meteran. Kita tunggu dua tiga hari ke depan untuk proses perbaikannya,” katanya.

Menanggapi teguran Gubernur, General Manager PLN UID Sumut Mundakhir Salman langsung menyampaikan permohonan maaf kepada Bobby Nasution dan seluruh masyarakat Sumut. Ia mengakui adanya gangguan layanan yang cukup parah.

PLN saat ini sedang mempercepat perbaikan terhadap 12 tower SUTET yang rusak. Target penyelesaian perbaikan adalah dua hingga tiga hari ke depan agar pasokan listrik bisa kembali normal.

Terkait kompensasi, Mundakhir menyatakan akan meneruskan permintaan Gubernur ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) karena kewenangan penetapan berada di pemerintah pusat.

Pemadaman bergilir ini bukan sekadar gangguan kecil. Banyak rumah tangga kehilangan kulkas yang rusak, makanan busuk, anak-anak sulit belajar, dan UMKM seperti warung makan, bengkel, hingga industri kecil terpaksa berhenti beroperasi.

Kerugian ekonomi yang dirasakan masyarakat Sumut diperkirakan cukup besar, terutama di tengah upaya pemulihan pasca-pandemi.

Teguran keras Gubernur Bobby Nasution ini menjadi angin segar bagi masyarakat Sumut yang selama ini merasa “sendirian” menghadapi masalah listrik. Transparansi, komunikasi yang baik, dan kompensasi yang adil menjadi harapan utama agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Masyarakat Sumut kini menanti tindak lanjut nyata dari PLN. Apakah kompensasi akan segera terealisasi? Apakah perbaikan tower selesai sesuai target? Kita pantau bersama. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com