Luca Zidane dan Mahrez Jadi Tumpuan, Aljazair Siap Guncang Argentina di Piala Dunia 2026

353

MEDAN – Timnas Aljazair datang ke Piala Dunia 2026 dengan misi mengembalikan reputasi mereka sebagai salah satu kekuatan Afrika yang mampu membuat kejutan di panggung dunia.

Setelah absen selama 12 tahun, Les Fennecs kembali tampil di turnamen sepak bola terbesar dunia dan langsung menghadapi tantangan berat di Grup J bersama juara bertahan Argentina, Austria, dan debutan Yordania.

Sorotan utama tertuju pada sosok Luca Zidane, putra legenda sepak bola dunia Zinedine Zidane, yang kini memperkuat Aljazair setelah berpindah kewarganegaraan.

Kiper berusia 28 tahun itu diproyeksikan menjadi benteng terakhir saat menghadapi lini serang Argentina yang dipimpin Lionel Messi serta Austria yang dikenal agresif dalam menyerang.

Di lini belakang, pelatih Vladimir Petkovic mengandalkan kombinasi pemain pengalaman dan kekuatan fisik melalui Rayan Ait-Nouri, Ramy Bensebaini, dan Aissa Mandi.

Trio ini menjadi fondasi utama pertahanan Aljazair yang sepanjang kualifikasi tampil cukup solid dan membawa negaranya kembali ke Piala Dunia setelah terakhir tampil pada 2014.

Sementara itu, sektor tengah akan dipimpin Fares Chaibi, Ibrahim Maza, dan Ismael Bennacer. Nama terakhir diyakini menjadi pengatur tempo permainan sekaligus penghubung antara lini belakang dan depan.

Baca Juga: Singkirkan Portugal Lewat Drama Adu Pinalti, Perancis Tantang Spanyol di Semifinal

Adapun Ibrahim Maza disebut-sebut sebagai salah satu talenta muda yang berpotensi mencuri perhatian sepanjang turnamen.

Untuk urusan mencetak gol, Aljazair masih menggantungkan harapan pada kapten tim Riyad Mahrez. Meski usianya tidak lagi muda, mantan bintang Manchester City itu tetap menjadi pemain paling berpengalaman dan berbahaya di skuad Aljazair.

Kemampuannya menciptakan peluang dari situasi sulit menjadi senjata utama Les Fennecs saat menghadapi lawan yang lebih diunggulkan.

Secara permainan, Aljazair diperkirakan mengusung strategi transisi cepat dengan mengandalkan kecepatan pemain sayap serta serangan balik.

Petkovic dikenal sebagai pelatih yang menyukai organisasi permainan rapi dan disiplin bertahan sebelum melancarkan serangan langsung ke jantung pertahanan lawan.

Di bawah asuhannya, Aljazair mencatat perkembangan signifikan dengan 21 kemenangan dari 28 pertandingan serta berhasil naik tajam dalam ranking FIFA.

Baca Juga: Jurgen Locadia, Sempat Bela Timnas Belanda Junior Kini Jadi Senjata Mematikan Curaçao di Piala Dunia 2026

Namun jalan Aljazair menuju babak gugur tidak akan mudah. Argentina menjadi favorit kuat juara grup, sedangkan Austria dinilai sebagai pesaing utama dalam perebutan posisi runner-up. Pertandingan melawan Yordania diprediksi menjadi laga wajib menang jika Aljazair ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur.

Meski tidak masuk daftar unggulan, Aljazair memiliki potensi menjadi kuda hitam. Kehadiran pemain-pemain berpengalaman yang berkarier di Eropa, ditambah kemunculan generasi muda seperti Ibrahim Maza, membuat mereka berpeluang menyulitkan siapa pun di Grup J.

Jika mampu mencuri poin dari Austria dan memaksimalkan laga melawan Yordania, Aljazair berpeluang lolos ke babak 32 besar. Namun jika lini belakang gagal meredam tekanan lawan-lawan besar, perjalanan mereka bisa berakhir di fase grup.

Satu hal yang pasti, Aljazair tidak datang ke Amerika Utara sekadar menjadi pelengkap. Dengan Luca Zidane di bawah mistar dan Riyad Mahrez sebagai pemimpin di lapangan, Les Fennecs siap memberikan perlawanan sengit kepada siapa pun yang menghadang. (RS)