Langkah Nyata Bobby Nasution: Aspirasi Rakyat Sumut untuk MBG Segera Diteruskan ke Presiden Prabowo
MEDAN – Suara rakyat menggema di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara, kemarin. Ratusan massa dari Lembaga Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (LMP MBG) menggelar aksi damai, membawa spanduk bertuliskan “MBG Irit Jajan” dan “Yok Tata MBG”.
Mereka datang dengan satu pesan kuat: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus terus berjalan. Tak sekadar berorasi, massa juga menyerahkan petisi beserta sekitar 2.000 tanda tangan dukungan masyarakat Sumut yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Gubernur Sumut, Bobby Nasution, turun langsung menemui para pendemo dan mengajak sekitar 10 perwakilan untuk berdialog di dalam gedung.
Di hadapan massa, Bobby menegaskan komitmennya surat ini ditujukan langsung kepada Bapak Presiden Republik Indonesia. Kita semua di Sumatera Utara mendoakan hal yang sama agar program pemenuhan gizi anak-anak kita berjalan makin baik ke depannya.
Bobby mengakui program MBG masih memerlukan perbaikan, tetapi menolak keras jika evaluasi digunakan sebagai alasan untuk menghentikan program.
Baca Juga : Wabup Simalungun Tegas: Program MBG Harus Diawasi Ketat dan Terintegrasi
“Kita sepakat semua, kalau perlu ada perbaikan dan penyempurnaan, iya betul. Tapi jangan mengorbankan kebutuhan anak-anak yang sudah merasakan manfaatnya selama ini,” tegasnya.
Sekretaris LMP MBG, Said Siregar, menyuarakan aspirasi dengan tegas. Ia meminta agar makan bergizi ini dilanjutkan, bukan ditutup. Kalau salah BGN-nya, orangnya yang diganti, bukan MBG-nya yang ditutup. Program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami”.
Ketua LMP MBG, Suratman, menambahkan bahwa di balik program ini ada jutaan rakyat yang menggantungkan hidup pada lapangan kerja dan asupan gizi dari Sabang sampai Merauke.
Lima tuntutan utama yang diajukan dalam petisi adalah memastikan MBG tetap berjalan, meningkatkan standar keamanan pangan dan mekanisme penyaluran, menyelesaikan kendala di lapangan tanpa menghentikan hak penerima manfaat, memperkuat keterlibatan akademisi, tenaga kesehatan, UMKM, dan organisasi masyarakat dalam pengawasan, serta meminta Forkopimda Sumut mengawal aspirasi ini hingga ke pemerintah pusat.
Menariknya, Bobby mengungkap fakta bahwa MBG kini menjadi salah satu kriteria utama orang tua dalam memilih sekolah.
“Hari ini kriteria orang tua milih sekolah untuk anak-anaknya, tahu kriterianya? Sekolah yang sudah ada MBG-nya,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah peserta aksi.
Ia juga menyebut evaluasi tengah dilakukan BGN, termasuk penghentian sementara saat libur sekolah yang dinilai bisa menghemat anggaran lebih dari Rp 3 triliun.
Aksi berlangsung tertib dan damai hingga selesai, ditutup dengan penyerahan resmi berkas petisi kepada Pemprov Sumut.
Kini, seluruh mata tertuju pada Presiden Prabowo Subianto akankah suara rakyat Sumut ini menjadi katalis bagi perbaikan MBG ke depan? (Rel)