PRSU ke-50 Resmi Dibuka! Bukan Sekadar Pesta Rakyat, Tapi Etalase Pembangunan & Penggerak Ekonomi

14

MEDAN – Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 resmi dibuka Jumat malam (3/7/2026) di Panggung Utama PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan.

Mengusung tema “Harmoni Emas”, ajang setengah abad ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan etalase pembangunan dan motor penggerak ekonomi daerah.

Wakil Gubernur Sumut Surya dalam sambutannya menegaskan, PRSU ke-50 menjadi penanda perjalanan sejarah pembangunan Sumatera Utara.

“Ini bukan hanya panggung hiburan, tetapi ruang pertemuan investasi, promosi potensi daerah, kekayaan budaya, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia. Dari sinilah kita tunjukkan kepada Indonesia bahwa Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan berkembang,” tegasnya.

Perjalanan PRSU dimulai dari era 1960-an ketika Wali Kota Medan Sjoerkani menggagas Taman Ria (Medan Fair) sebagai cikal bakal pesta rakyat yang paling dinantikan masyarakat Sumut.

Medan Fair resmi dibuka pada 1971 dan diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto. Sejak 2002, ajang ini berpindah ke lokasi saat ini di Jalan Gatot Subroto dan berganti nama menjadi Pekan Raya Sumatera Utara.

Kini, di usia emasnya yang ke-50, PRSU bertransformasi dari sekadar pasar malam menjadi ruang bisnis strategis (deal room) yang mempertemukan investor dengan pelaku UMKM.

PRSU 2026 berlangsung selama 31 hari, mulai 3 Juli hingga 2 Agustus 2026, dengan target 300 ribu pengunjung. Sebanyak 33 kabupaten/kota se-Sumut turut berpartisipasi menampilkan produk unggulan, peluang investasi, UMKM, ekonomi kreatif, hingga kekayaan budaya.

Baca Juga : PRSU ke-50 Medan 2026: Target 300 Ribu Pengunjung, Siap Jadi Lokomotif Ekonomi Kreatif dan Wisata Sumut

Transformasi besar tahun ini 75% stan diisi oleh UMKM asli Sumatera Utara melalui proses kurasi ketat untuk memastikan produk yang dipamerkan adalah karya asli daerah, bukan barang impor atau produk ilegal.

“PRSU harus naik kelas. Bukan hanya menjadi tempat hiburan, tetapi menjadi ruang bertemunya investor dengan pelaku UMKM sehingga melahirkan peluang bisnis dan investasi baru,” ujar Komisaris Utama PT PPSU, Effendi Pohan.

Kawasan PRSU dibagi menjadi tiga area utama:
· Panggung Landmark (depan): ruang interaksi komunitas kreatif, difabel, hingga orkes dorong
· Panggung Utama: panggung hiburan dengan penampilan 19 artis nasional
· Panggung Keong: pusat pertunjukan seni, budaya, dan kreativitas lokal

Pengunjung juga bisa menikmati kompetisi modern seperti lomba tari kreasi, social media challenge, hingga pertunjukan drone LED show spektakuler pada malam pembukaan.

Tak ketinggalan, berbagai layanan publik gratis tersedia, mulai dari pojok pajak, kemudahan investasi, donor darah, hingga pemeriksaan kesehatan.

Salah satu program unggulan PRSU 2026 adalah promosi kopi Sumut sebagai upaya memperkuat citra kopi asal Sumatera Utara sebagai salah satu kopi terbaik Indonesia bahkan dunia, sekaligus mendorong peningkatan ekspor.

Kopi Sumut memiliki kualitas terbaik karena kondisi geografisnya dan memberikan peluang ekonomi besar bagi pelaku UMKM.

PRSU ke-50 tidak hanya melibatkan seluruh kabupaten/kota se-Sumut, tetapi juga menghadirkan paviliun dari Pulau Pinang, Malaysia, sebagai bentuk diplomasi ekonomi dan kerja sama internasional.

Wagub Surya mengapresiasi semangat kolaborasi antardaerah yang menjadi kunci percepatan pembangunan Sumut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Dengan perpaduan antara promosi investasi, pemberdayaan UMKM, kekayaan budaya, dan hiburan berkualitas, PRSU ke-50 siap menjadi momentum kebangkitan Sumatera Utara setelah sempat vakum dua tahun.

“Inilah saatnya Sumatera Utara menunjukkan kepada daerah lain bahwa kita memiliki potensi yang luar biasa,” pungkas Ferry Indra, Direktur Utama PT PPSU.

Jangan lewatkan! Kunjungi PRSU ke-50 di Kompleks PRSU Tapian Daya, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Medan, hingga 2 Agustus 2026. Rasakan sendiri kemeriahan pesta rakyat yang kini bertransformasi menjadi etalase kebanggaan Sumatera Utara! (Rel)